Cara Kerja Sensor MAF Tipe Hot Wire

Teknisimobil.com – Halo apa kabar sobat teknisi mobil, salam sehat bagi kita semua. Kali ini saya akan menuliskan cara kerja sensor MAF tipe hot wire. Sensor MAF tipe ini akan memanfaatkan hukum Ohm sebagai dasar untuk mendeteksi seberapa banyak udara yang masuk ke dalam mesin. Meski pada kendaraan dan di bengkel-bengkel sudah banyak yang mampu memperbaiki sensor MAF tetapi pengetahuan dasar rasanya penting untuk menampah kemampuan untuk servis dan pengamatan sistem sensor ini.

Pentingnya Sensor MAF

Sensor MAF atau mass air flow sensor adalah sebuah sensor yang digunakan oleh mengukur massa yang masuk ke dalam mesin mobil. Cara yang digunakan adalah dengan mengukur perubahan hambatan yang terjadi pada sebuah kawat panas (hot wire) yang temperaturnya selalu dijaga konstan. Dengan menjaga temperatur kawat tetap konstan maka ECU akan mengetahui berapa jumlah massa udara yang masuk ke dalam mesin.

Posisi Sensor MAF

Posisi sensor MAF berada di saluran masuk udara. Tepatnya ada setelah saringan udara. Untuk sebuah mobil biasanya hanya satu sensor MAF. Tetapi, untuk mesin-mesin bentuk V, sangat mungkin dalam satu mesin mobil terdapat dua buah sensor MAF dan tentu saja setelah saringan udara mesin.

Cara Kerja Sensor MAF Tipe Hot Wire

Pada saat mesin dihidupkan aliran arus akan mengalir ke sensor dan memanaskan kawat panas (hot wire). Kemudian pada saat mesin idle, sejumlah kecil udara akan mengalir di sekitar kawat tersebut. Karena kawat dalam kondisi temperatur tinggi maka yang terjadi adalah hambatan kawat besar. Dengan hambatan yang besar berarti arus yang mengalir melalui kawat menjadi kecil.

Sebaliknya saat pedal gas ditekan dan throttle terbuka yang terjadi adalah aliran udara semakin banyak melalui sekitar kawat dan membuat kawat temperaturnya menurun. Dengan penurunan temperatur kawar mengakibatkan hambatan listrik pada kawat pun turun dan mengakibatkan arus listrik yang melaluinya naik.

Dengan kata lain, semakin banyak udara yang lewat, semakin banyak arus yang dibutuhkan untuk membuat temperatur kawat tetap stabil. Arus listrik sebanding dengan jumlah aliran udara yang masuk ke dalam mesin.

Sebuah chip elektronik kecil yang di dapasang di dalam sensor MAF akan menterjemahkan arus listrik menjadi sinyal digital dan dikirimkan ke komputer mesin atau ECU. ECU menggunakan sinyal aliran udara tersebut untuk menghitung berapa jumlah bahan bakar yang harus disemprotkan oleh injektor. Tujuannya tentu saja untuk menjaga rasio bahan bakar dan udara pada tingkat optimal.

Khusus untuk mobil dengan transmisi otomatis, ECU menggunakan pembacaan aliran udara ini untuk menentukan titik perpindahan gigi transmisi otomatis. Jika sensor aliran udara tidak berfungsi dengan baik, transmisi otomatis mungkin akan berubah juga.

Selengkapnya, perhatikan video saya berikut ini;

(2) Comments

  1. Pingback: Cara Kerja Sensor MAF Tipe Vane-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 8 Ciri Sensor MAF Rusak Apa Saja?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *