Cara Kerja Sensor Level Bahan Bakar Efek Hall

Teknisimobil.com – Halo sahabat teknisi mobil, apa kabar semua? Saya harap Anda dalam kondisi yang sehat meski wabah corana tidak selesai-selesai ya. Kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang cara kerja sensor level bahan bakar efek Hall. Sensor level bahan bekar jenis ini memiliki keunggulan yang banyak dibandingkan dengan sensor level bahan bakar jenis resistansi. Jika pada jenis resistansi, sensor memiliki kelemahan mudah rusaknya komponen resistif yang selalu bergesekan selama perubahan jumlah bahan bakar di dalam tangki berlangsung. Di dalam sensor level bahan bakar tipe efek Hall tidak terjadi demikian. Pada tipe ini sensor akan sangat tahan terhadap perubahan jumlah bahan bakar, begitupun terhadap perubahan kondisi baik itu diakibatkan karena tempertur maupun udara kotor di sekitar sensor.

Keuntungan tersebut karena sensor level bahan bakar menggunakan sebuah bahan yang disebut bahan semi-konduktor yang sangat kuat dan tahan terhadap perubahan lingkungan. Ditambah bahan penyusun sensor lain seperti magnet permanen maka sangat hemat di dalam prosuksi sensor itu sendiri.

Cara Kerja Sensor Level Bahan Bakar Efek Hall

Sensor level bahan bakar bekerja berdasarkan perubahan posisi pelampung. Terdapat magnet tambahan berbentuk silindris yang orientasinya berubah setiap saat selama perubahan jumlah bahan bakar di dalam tangki berlangsung. Sepeti yang kita tahu bahwa magnet memiliki medan magnet. Oleh karena itu, ketika terjadi perubahan orientasi pada magnet silindris maka akan terjadi pula perubahan medan magnetnya. Perubahan medan magnet ini akan memengaruhi medan magnet permanen yang ada di sensor yang sebelumnya melewati bahan semi-konduktor.

Perubahan medan magnet ini lah yang kemudian mengakibatkan munculnya perubahan elektromotive force. Dan kemudian menjadikan perubahan potensial listrik yang dikirim ke ECU. ECU mengolah data tersebut dan memerintahkan indikator jumlah bahan bakar untuk bekerja.

Proses ini akan terus berlangsung selama kunci kontak ON dan semua komponen terlibat dalam kondisi yang seharusnya.

Video berikut barangkali akan dapat membantu Anda untuk memahami lebih jauh.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *