Cara Kerja Sensor CMP Mobil Bagaimana?

Advertisements

Teknisimobil.com – Hai sobat teknisi mobil, apa kabar semuanya? Kali ini saya akan mencoba menjelaskan Cara kerja sensor CMP mobil. Cara kerja sensor ini sangat sederhana. Tetapi, tidak ada salahnya jika saya menjelaskannya kembali setelah mungkin Anda membaca atau mengetahuinya. Sebagai tambahan informasi atau bahan pengetahuan saja.

FUNGSI SENSOR CAMSHAFT: PRINSIP FUNGSIONAL

Tugas sensor camshaft atau sensor CMP adalah bekerjasama dengan sensor CKP untuk menentukan posisi yang tepat dari drive crankshaft. Melalui kombinasi kedua sinyal sensor, ECU mesin mengetahui kapan silinder pertama berada di titik mati atas dan atau titik mati bawah.

Sensor posisi Camshaft atau sensor CMP juga disebut sensor identifikasi silinder atau detektor fase.

Dalam sistem injeksi bahan bakar berurut, ECU harus menentukan silinder mana yang akan dinyalakan berikutnya. Informasi ini disediakan dari sensor identifikasi silinder. Selama putaran mesin terjadi, sensor mengirimkan sinyal ke pengontrol onboard atau ECU setiap kali silinder pertama berada di titik mati atas (TDC). Dengan demikian diperkirakan durasi injeksi bahan bakar.

Advertisements

Dalam sistem injeksi bahan bakar simultan, pengontrol onboard tidak mengidentifikasi silinder dan urutan pembakaran, karena ini tidak perlu bagi sistem untuk beroperasi. Ketika crankshaft atau distributor memajukan sinyal pengapian muncul, silinder yang tepat dideteksi dengan mengenali posisi mekanis crankshaft, camshaft, katup atau poros distributor.

Cara Kerja Sensor CMP Mobil

Camshaft position sensor terletak di dekat camshaft tentu saja. Biasanya terletak di bagian depan camshaft dan dekat dengan roda gigi (sproket). Menghadap dekat dengan roda gigi semacam ‘reluktor’ bagi camshaft.

Pada saat mesin hidup, poros engkol berputar dan camshaft pun ikut berputar. Putaran camshaft sesuai dengan putaran poros engkol yang telah ditentukan titik awalnya oleh pabrikan mobil melalui baik itu timing belt atau timing chain. Putaran camshaft kemudian akan juga secara otomatis memutar roda gigi reluktornya. Dengan berputarnya gigi reluktor maka akan terjadi perubahan medan magnet pada sensor dan memberikan informasi ini ke ECU. Informasi tersebut berupa posisi piston mana yang sedang berada di TMA atau TMB dan pasti tentang mana intake dan atau exhaust valve terbuka dan atau tertutup. Dengan informasi inilah ECU akan menentukan kapan busi akan memercikan bunga api pada ruang silinder yang sesuai. Begitu pula ECU akan memerintahkan injektor menyemprotkan bahan bakar pada silinder yang tepat pula.

Proses semacam itu akan terus berlangsung selama mesin berputar dan tentu saja kondisi CMP maupun CKP berfungsi dengan baik. Untuk lebih jelasnya, mungkin video berikut akan dapat membantu Anda.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *