Menu
Life is about sharing

Cara Kerja Sensor CKP Tipe Efek Hall

Cara kerja sensor CKP tipe Efek Hall
Cara kerja sensor CKP tipe Efek Hall

Teknisimobil.com – Pada bagian sebelumnya, saya menuliskan tentang cara kerja sensor CKP tipe induktif atau tipe MPU (magnetic pickup). Sensor CKP memiliki jenis lain selain tipe induktif yakni tipe efek Hall atau Hall Effect Type. Sensor ini sebenarnya sama dengan sensor tipe sebelumnya tetapi memiliki prinsip kerja yang sama sekali berbeda. Meski demikian, banyak juga mobil-mobil yang menggunakan prinsip kerja efek Hall untuk mendasari kerja sensor CKP pada mesin-mesin tersebut. Oleh karena itu, saya pada bagian kali ini akan membahas cara kerja sensor CKP tipe efek Hall.

Sebelum membahas cara kerjanya, kita akan mengenal terlebih dulu komponen utama yang terlibat pada sensor CKP tipe efek Hall ini. Berikut adalah bagian yang terlibat langsung dalam kerja sensor CKP tersebut.

Pertama – Roda gigi atau Cincin Reluktor. Sensor CKP berkerja secara langsung dengan roda gigi atau cincin reluktor yang terletak di poros engkol. Lihat gambar berikut. Pada roda gigi reluktor, terdapat 34 gigi di diameter luarnya dan terdapat 2 gigi yang dihilangkan. Tetapi beberapa produsen mobil juga melengkapi roda gigi reluktor dengan jumlah gigi 58 gigi ditambah 2 gigi yang dihilangkan. Meski demikian, pada prinsipnya mereka sama yakni sebagai pemantik untuk sensor CKP bekerja.

Kedua – Sensor Crankshaft Position atau CKP. Untuk sensor tipe efek Hall terdapat empat bagian utama yakni bahan semikonduktor, magnet permanen, rumahan sensor, dan konektor kabel yang terdiri dari kabel ground, kabel sinyal sensor, dan kabel tegangan.

Ketiga – Komputer Mesin. Komputer mesin memiliki nama yang berbeda-beda. Tetapi secara umum dikenal dengan ECU atau ECM atau PCM yang menandai asal darimana mobil tersebut diproduksi. Lihat ECU vs PCM vs ECM untuk lebih jelas perbedaan asal komputer tersebut.

Cara Kerja Sensor CKP Tipe Efek Hall

Sama seperti sensor CKP tipe konduktif, sensor CKP tipe Hall Effect diposisikan sedemikian rupa sehingga gigi pada cincin reluktor yang terpasang pada poros engkol lewat dekat dengan ujung sensor. Cincin reluktor memiliki satu atau lebih gigi – biasanya dua – yang hilang yang berfungsi sebagai titik referensi ke posisi poros engkol kepada komputer mesin (PCM/ECM/ECU).

34 gigi pada cincin reluktor ditempatkan setiap 10 ° Crank Angle (CA), ditambah dua gigi yang hilang untuk deteksi Top Dead Center (TDC) ditetapkan di sekitar diameter luar rotor timing. Dari putaran gigi reluktor, sensor akan menghasilkan sinyal gelombang digital persegi panjang. Gelombang dalam bentuk sinyal digital ini kemdian akan dikirim ke ECU mesin, dan digunakan untuk menghitung posisi poros engkol, TDC, dan kecepatan putaran mesin seperti halnya pada tipe konduktif.

Komputer mobil menggunakan sinyal dari sensor CKP untuk menentukan waktu kapan busi harus memercikan bunga api dan untuk silinder yang mana. Sinyal dari sensor CKP juga digunakan untuk memantau jika ada salah satu silinder yang gagal fungsi. Jika sinyal dari sensor CKP tidak ada, tidak akan ada percikan dan injektor bahan bakar tidak akan beroperasi.

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton video berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *