Cara Kerja Radiator Mobil Bagaimana?

Teknisimobil.com – Sistem pendinginan sangat penting sepenting sistem pelumasan. Kedua sistem ini bahu membahu menstabilkan temperatur mesin pembakaran internal yang terkenal menghasilkan panas dari ledakan di dalam ruang bakar. Mesin panas perlu bagi mesin jenis ini tetapi terlalu panas juga tidak mungkin dapat bekerja dengan baik. Oleh karena itu, kestabilan panas pada mesin benar-benar harus dijaga. Tetapi bagaimana cara kerja radiator mobil sedemikian rupa sehingga mampu menjaga temperatur panas mesin?

Apa itu Radiator? Dan Apa Saja Komponenya

Radiator merupakan peranti yang menjadi titik tolak semua air atau coolant radiator setelah mengalir ke water jacket untuk mengambil panas dari mesin. Radiator adalah komponen paling penting dari sistem pendinginan dalam kendaraan sistem pembakaran dalam. Setelah fluida kembali ke radiator, di sinilah air radiator akan didinginkan sebelum kembali ke dalam mesin untuk mengambil panas kembali. Dengan kemampuan radiator dalam mendinginkan fluida panas tersebut, mesin dapat terhindar dari overheat engine.

Gambar menunjukkan bagian-bagian dari sebuah radiator.

Perpindahan panas secara konveksi menjadi dasar dari kerja radiator termasuk juga radiator mobil. Dalam menjalankan perannya, radiator dibantu dengan komponen utama radiator seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

Komponen pertama adalah inlet tank. Bagian ini terletak di bagian samping radiator mengarah vertikal. Fungsi utamanya adalah untuk menampung fluida bertemperatur tinggi yang baru menjalar dari mesin. Inlet tank terhubung dengan selang output dari arah mesin (lihat gambar di bawah).

Komponen berikutnya adalah saluran penghubung. Saluran penghubung ini dalam satu radiator terdapat puluhan jumlahnya. Bagian ini akan menghubungkan inlet dan outlet tank. Banyaknya saluran penghubung ini bertujuan untuk memberikan kemudahan air radiator menjadi lebih cepat dingin.

Komponen ketiga adalah sirip udara. Sirip memiliki peran melepaskan panas ke udara bebas. Sirip akan berada di antara saluran penguhubung.

Dan komponen terakhir adalah outlet tank. Bagian ini akan menampung fluida yang telah didinginkan oleh saluran penghubung dan dibantu oleh sirip udara. Fluida dari bagian ini adalah fluida yang siap untuk masuk kembali ke dalam mesin untuk mengambil panas dari dalam mesin.

Cara Kerja Radiator Mobil

Perhatikan gambar di atas sebelum melanjutkan membaca artikel ini.

Kerja radiator mobil saat fluida bertemperatur tinggi ke luar dari mesin dan masuk ke dalam inlet tank. Air radiator tersebut kemudian diteruskan ke saluran penghubung paling dekat dari inlet tank. Konduktor sebagai bahan pembuat saluran penghubung akan dengan segera memindahkan kalor yang ada pada fluida ke dalam material pembentuknya. Sehingga temperatur akan menjadi berkurang dengan cepat.

Ingat bahwa saluran penghubung juga terhubung langsung dengan sirip udara di sepanjang sisinya. Panas dari panas yang terserap oleh dinding saluran penghubung, oleh sebab itu, juga segera tersalurkan ke sirip udara. Sirip udara juga terbuat dari bahan konduktor sehingga mudah sekali menerima kalor. Nah, kalor di sirip udara inilah yang kemudian dapat ‘dibuang’ langsung ke udara dengan bantuan kipas radiator.

Udara dari depan kendaraan, termasuk saat kendaraan berjalan, akan tertarik oleh kipas radiator. Udara ini akan membawa kalor dari sirip udara. Temperatur air radiator akan terus menurun sembari ia bergerak ke outlet tank. Air radiator yang berada di outlet tank sekarang benar-benar telah siap untuk kembali ke dalam mesin melalui water jacket untuk kembali mengambil panas dari mesin.

Proses semacam ini akan terus menerus terjadi sepanjang mesin mobil hidup. Tentu saja kecuali pada saat awal ketika mesin belum dalam temperatur kerja normal.