Cara Kerja Power Steering Hidrolik Seperti Apa?

Teknisimobil.com – Dalam sistem kemudi mobil yang memiliki fungsi sebagai pengarah kendaraan saat berjalan, power steering memiliki peran penting. Meski bukan peran utama, tetapi keberadaan power steering memberikan kenyamanan mengendalikan kendaraan ke arah mana yang dikehenkadi oleh pengemudi. Tidak jarang, kendaraan angkutan berat dengan beban lebih akan berdampak juga pada pengendalian kemudi mobil. Tetapi ini tidak akan terjadi, bahkan power steering ditambah dilengkapi dengan kontrol traksi akan memungkinkan sekali terhindar dari kecelakaan akibat slip. Terdapat beberapa jenis power steering, salah satunya adalah hidrolik. Lalu, bagaimana cara kerja power steering hidrolik? Berikut uraian singkatnya.

Cara Kerja Power Steering Hidrolik

Seperti yang telah kita bahas, bahwa terdapat dua komponen utama power steering hidrolik. Kedua komponen tersebut adalah pompa power steering dan control valve yang berkolaborasi untuk mengalirkan minyak power steering. Kedua komponen ini akan berkerja pada dua keadaan mobil.

Mobil Berjalan Lurus

Kondisi kerja power steering saat kondisi netral atau mobil berjalan lurus.

Keadaan pertama dari kerja power steering adalah saat mobil berjalan lurus. Mobil berjalan lurus ini juga sering dimaknai sebagai power steering dalam keadaan netral.

Pada keadaan netral ini, power steering tidak bekerja sama sekali. Minyak atau fluida power steering akan dialirkan ke control valve. Lihat gambar di atas. Ketika control valve pada posisi netral, semua minyak power steering akan mengalir melalui valve ini ke saluran relief port atau saluran bebas. Dari saluran ini lah kemudian minyak power steering akan dikembalikan ke pompa power steering.

Mobil Berbelok

Keadaan kedua adalah pada saat mobil dalam keadaan berbelok atau menikung. Kondisi kerja dari pompa dan control valve dalam mengalirkan minyak power steering ditunjukkan pada gambar berikut.

Kondisi aliran fluida pada saat power steering bekerja kondisi mobil berbelok.

Pada saat mobil berbelok ke kanan atau ker kiri, roda kemudi mengarah ke kanan atau ke kiri. Kondisi roda kemudi mengarah ke kanan atau ke kiri diikuti oleh katup pengontrol dengan menurup salah satu saluran minyak dan membuka saluran yang berlawanan. Kondisi ini akan mengakibatkan minyak power steering bergerak ke salah satu sisi piston saja. Sisi piston yang terdorong oleh minyak ini kemudian akan bergerak ke salah satu sisi piston lain yang memiliki tekanan lebih rendah. Tekanan lebih rendah dan juga dorongan piston akan membuat minyak yang berada pada silinder atau sisi piston bertekanan rendah tersebut kembali ke pompa melalui control valve.

Proses ini akan berulang secara terus menerus selama roda kemudi digerakkan ke arah sisi kanan atau sisi kiri kendaraan.

(2) Comments

  1. Pingback: Oli Transmisi untuk Power Steering, Bolehkah?-Teknisimobil.com

  2. Pingback: Cara Kerja Power Steering Elektrik Bagaimana?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *