Cara Kerja Pompa Bensin Mekanik pada Mobil

Teknisimobil.com – Mobil-mobil modern sekarang menjelma menjadi mobil-mobil yang hampir mengandalkan listrik magnet. Bahkan beberapa perusahaan seperti Tesla dan startup mobil listrik lain telah berhasil dengan baik menciptakan mobil listrik yang bahkan mampu melebihi kemampuan mobil dengan mesin pembakaran internal-nya. Tetapi, itu bukan berarti bahwa mobil pembakaran internal dengan semua sistemnya ditinggalkan begitu saja. Sebagai contoh, meski sistem EFI telah lama dipakai tetapi sistem konvensional masih juga tidak ditinggalkan seratus persen. Oleh karena itu, sistem bahan bakar konvensional yang mengandalkan karburator dengan pompa bensin mekaniknya masih ada hingga saat ini. Tetapi, apakah kita tahu bagaimana cara kerja pompa bensin mekanik pada mobil-mobil lawas tersebut? Ini adalah pengetahuan yang perlu kita miliki bukan?

Cara Kerja Pompa Bensin Mekanik

Pompa bensin Chevrolet 350. Sumber: Built To Drive.

Tujuan utama dari sebuah pompa bahan bakar adalah untuk mempopa bahan bakar dalam hal ini bensin dari tangki bahan bakar ke karburator. Mobil standar pabrikan meletakkan tangki bahan bakar di bawah ruang penumpang di bagian belakang. Ini berarti bahwa posisi tangki berada lebih rendah dari posisi karburator mesin dan oleh karena itu perlu suatu sistem yang mampu mendorong bahan bakar untuk sampai ke karburator. Sistem tersebut adalah pompa bahan bakar atau pompa bensin.

Pompa bensin pada mobil memiliki dua jenis yakni pompa bensin mekanik dan pompa bensin elektrik. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan secara singkat – tanpa mengurangi pokoknya – tentang cara pompa bensin mekanik.

Cara kerja pompa bensin mekanik terdiri dari tiga tahap sebagai berikut. Tetapi sebelumnya perhatikan gambar berikut untuk ketiga langkah kerja pompa bensin mekanik.

Tiga langkah kerja pompa bensin mekanik.

Langkah hisap atau suction

Pada tahap pertama terdapat langkah hisap atau dikenal dengan suction. Pada langkah ini rocker arm ditekan oleh nok. Rocker arm yang tertekan mengakibatkan diafragma tertarik ke bawah sehingga ruang di atas diafragma menjadi hampa – terjadi kevakuman. Pada posisi ini katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup dan bahan bakar akan mengalir ke ruang diafragma.

Langkah Penyaluran atau Discharge

Tahap kedua terdapat langkah penyaluran atau kita kenal dengan nama discharge. Langkah ini terjadi pada saat nok tidak menyentuh rocker arm. Diafragma bergerak ke atas sehingga katup masuk tertutup dan katup keluar terbuka – perhatikan gambar di atas bagian tengah. Akibatnya bahan bakar yang sebelumnya terdapat di ruang diafragma tertekan ke luar menuju karburator melalui katup keluar.

Langkah Fuel Pump Idle

Tahap terakhir adalah langkah fuel pump idle. Pada tahap ini terjadi saat diafragma tidak terdorong ke atas oleh pegas dan pull rod pada posisi paling bawah akibat tekanan pegas yang sama dengan tekanan bahan bakar. Pada kondisi ini rocker arm tidak mempengaruhi mekanisme pompa bensin meskipun nok berputar secara terus menerus. Dengan demikian diafragma tetap diam dan pompa bensin tidak bekerja sama sekali.

(3) Comments

  1. Pingback: 12 Komponen Sistem Bahan Bakar Mesin EFI-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 8 Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional-Teknisimobil.com

  3. Pingback: 3 Jenis Pompa Bensin Elektrik dan Cara Kerjanya-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *