• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
Cara Kerja Motor DC 3-Coil; Menuju Hybrid dan Listrik

Cara Kerja Motor DC 3-Coil; Menuju Hybrid dan Listrik

September 18, 2020 | Dasar Otomotif / Ensiklopedia |

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya hari ini? Semoga pagi ini semua dalam keadaan segar dan siap untuk beraktivitas kembali seperti biasa pada bengkel masing-masing. Hari ini Jum’at dan besok weekend. Para konsumen yang budiman, monggo kalau mau mempersiapkan kendaraan untuk weekend esok hari. Sekedar cek rem atau tune-up baik untuk kendaraan Anda saat weekend. Menemani kalian semua untuk bersiap aktivitas, kali ini saya akan menyampaikan Cara Kerja Motor DC 3-coil sebagai bekal pengetahuan menuju memahami mobil listrik dan mobil hybrid.

Cara Kerja Motor DC 3-Coil; Menuju Hybrid dan Listrik

Cara Kerja Motor DC

Motor listrik DC merupakan bagian penting dalam proses elektrifikasi kendaraan ke arah hybrid dan mobil listrik.

Dalam sebuah motor DC terdapat beberapa bagian utama yakni rotor, komutator, koil, brush, shaft, magnet permanen, dan tentu saja daya listrik yang mengalir pada kumparan atau koil. Jumlah koil pada motor DC sebenarnya bermacam-macam. Tetapi kali ini saya hanya akan menyampaikan cara kerja motor listrik DC untuk 3-coil.

Motor listrik DC 3-coil meliputi 5 tahap, dengan tahap pertama sama dengan tahap kelima. Seperti tampak pada gambar berikut ini.

Cara kerja motor DC

Terdapat 5 tahap dalam proses kerja DC motor.

Pada tahap pertama aliran arus akan mengalir ke kumparan melalui brush dan akan membentuk satu kutup utara dan dua kutup selatan pada koil. Dengan terciptanya kutup-kutup tersebut, akan ada dua koil yang tertarik ke arah magnet permanen dan satu kutup tertolak. Kondisi ini membuat rotor bergeser terhadap porosnya berlawanan arah putaran jarum jam.

Tahap kedua terbentuk kutup selatan dan utara pada dua koil yang berbeda, sedangkan koil satu yang lain tidak timbul kutup. Ini karena brush terletak antara dua komutator. Kedua kutup tersebut masing masing akan tertarik ke arah kutup magnet permanen yang berbeda. Sehingga, rotor terus bergerak berlawanan arah jarum jam.

Selanjutnya untuk tahap ketiga akan terbentuk dua kutup utara dan satu kutup selatan pada koil secara berturut-turut. Dengan kutup-kutup tersebut akan terdapat dua kutup akan tertarik ke arah magnet permanen sementara satu kutup lain akan tertolak oleh salah satu kutup magnet permanen.

Untuk tahap keempat terbentuk kutup selatan dan utara, serta satu tidak timbul kutup karena brush terletak antara dua komutator. Kedua kutup yang terbentuk, satu kutup akan tertarik dan satu kutup akan tertolak pada salah satu kutup magnet permanen.

Tahap terakhir yakni kelima memiliki perilaku pembentukan kutup sama dengan tahap pertama.

Dengan melalui semua tahapan tersebut maka rotor akan berputar secara terus menerus seperti yang mungkin penah kita temui pada sebuah motor listrik DC. Selengkapnya lihat Cara Kerja Motor DC 3-coil.

Related Post

Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!
Terbit : 7 August 2021

Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!

Teknisimobil.com – Roda merupakan bagian penting dari sebuah kendaraan apa pun, termasuk mobil. Roda menjadi tumpuan utama ‘berdiri’ nya sebuah kendaraan. Tanpa roda kendaraan tidak...
Cara Kerja Turbo Toyota Raize, Bagaimana?
Terbit : 12 May 2021

Cara Kerja Turbo Toyota Raize, Bagaimana?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada...