Cara Kerja ESC Pada Mobil, Bagaimana?

Advertisements

Teknisimobil.com Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat dan bersemangat untuk menjalani aktivitas hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan sederhana kali ini adalah tentang Cara Kerja ESC pada sebuah mobil. Berikut bahasan selengkapnya.

Cara Kerja ESC pada Sebuah Mobil

Cara Kerja ESC

Banyak mobil-mobil baru sekarang lengkap dengan fitur-fitur canggih. Jika kita mengenal ABS mungkin itu sudah biasa ada pada mobil atau EBD yang juga teknologi sistem pengereman? Itu salah satunya. Ada lagi teknologi yang tidak dapat kita abaikan yakni ESC atau electronic stability control.

Fitur ESC memiliki peranan penting dalam menjamin keselamatan berkendara, terutama pada saat jalanan licin. Teknologi ini akan membantu mengendalikan kendaraan saat sedang mengalami slip atau tergelincir pada waktu bermanuver atau pindah jalur secara tiba-tiba. Atau juga pada saat berbelok pada tikungan tajam.

Advertisements

Mobil yang terdapat fitur ESC akan memiliki resiko yang sangat kecil untuk terjadi kecelakaan saat terjadi understeer atau oversteer. Selain itu, juga saat menghindari sesuatu yang tiba-tiba terjadi yang berada di depan kita saat mengemudi.

Fitur canggih ini memanfaatkan sensor posisi atau yaw sensor atau sensor kecepatan rotasi, sensor sudut kemudi, dan sensor kecepatan roda. Sensor posisi dan sensor kemudi akan mendeteksi kondisi kendaraan saat mobil mengalami oversteer atau understeer. Sementara itu, sensor kecepatan roda akan mendeteksi kecepatan putaran roda yang berlebih pada saat mobil mulai kehilangan kendali karena kehilangan traksi pada masing-masing roda.

Data-data tersebut kemudian akan terkirim ke ECU dan pengolahan data pada ECU terjadi. Data tersebut kemudian akan ECU jadikan dasar untuk memerintahkan pengambilan kontrol terhadap kendaraan secara otomatis. Kendaraan secara otomatis akan mengurangi penaluran tenaga ke roda sehingga putaran roda berkurang dan ban kembali dapat menapak pada jalan dengan baik.

Jika kondisi tersebut tidak cukup, maka ECU juga akan memerintahkan ABS untuk ikut bekerja. ABS akan kemudian mengontrol jumlah tekanan pengereman yang diberikannya pada masing-masing roda sesuai dengan torsi yang terjadi pada roda.

Sebagai catatan, kendali yang terjadi adalah kendali pada masing-masing individu roda. Ini menjadikan kendaraan benar-benar dalam keadaan terkontrol secara menyeluruh untuk masing-masing roda saat terjadi masalah tersebut di atas.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *