Biaya Perbaikan Chasis Mobil, Berapa Prakiraannya?

Perbaikan chasis mobil yang mengalami pengeroposan sering dilakukan karena chasis mobil umumnya terbuat dari bahan berupa besi yang pastinya membutuhkan biaya yang cukup mahal. Chasis merupakan komponen bagian dalam mobil yang sangat penting, chasis atau rangka ini berfungsi untuk menopang keseluruhan tubuh mobil dan menjamin keamanan serta kenyamanan dalam berkendara.

Baca juga: 5 Komponen Chasis Mobil – Apa Saja?

Biaya Perbaikan Chasis Mobil, Berapa Prakiraannya?

Biaya perbaikan chasis mobil yang keropos penting untuk diketahui agar kamu bisa menyiapkan dana jika hal ini terjadi pada kendaraan anda. Bagian chasis mobil yang mengalami kerusakan hingga keropos, harus segera ditangani dengan tepat dan cepat agar tidak memicu perawatan dan biaya servis mobil yang lebih parah di kemudian hari.

Tujuannya agar karat pada bagian tersebut tidak menyebar dan merusak bagian sasis lainnya. Sebab, jika perbaikan ini tidak segera dilakukan maka akan memengaruhi kinerja bagian mobil lainnya termasuk mesin. Agar anda bisa menyiapkan anggaran yang dibutuhkan, sebaiknya ketahui dulu kisaran biaya perbaikan chasis mobil yang akan dibahas lebih detail di bawah ini.

1. Biaya Las Lantai chasis Mobil Keropos

Sebenarnya biaya perbaikan chasis mobil tergantung pada kerusakan yang dialami oleh bagian ini. Jika chasis mobil yang keropos memerlukan pemotongan dan perlu ditambal dengan las, maka harganya cukup bervariatif. Umumnya biaya las sasis mobil yang keropos bergantung pada seberapa parah dan lebarnya bagian tersebut.

Misalnya, untuk sasis yang mengalami karat sekitar 10 sentimeter maka akan dikenakan harga berkisar Rp150.000-Rp200.000 ribu saja. Sedangkan, untuk biaya las yang cukup parah akan dikenakan harga diatas Rp250.000 ribu dalam sekali pengerjaannya.

2. Biaya restorasi chasis Body mobil keropos

Biaya perbaikan chasis body mobil keropos berbeda-beda tergantung dengan tingkat kerusakan masing-masing. Meski begitu, biaya perbaikan chasis body mobil yang keropos harus segera dilakukan agar kerusakan tidak menyebar dan membuat biaya perawatannya semakin besar.

Untuk melakukan restorasi perbaikan body mobil yang keropos di bengkel resmi biasanya berkisar Rp700.000-Rp15 juta. Sedangkan, perawatan pada bengkel umum akan dikenakan biaya lebih murah sekitar Rp350.000-Rp8 juta saja. Hal itu juga berbeda jika kamu melakukan perbaikan body mobil keropos di bengkel cat duco mobil yang berkisar Rp200.000-Rp5 juta. Harga tersebut masih bervariasi tergantung seberapa parah kerusakan dan seberapa panjang karat yang menempel pada sasis mobil kamu.

3. Biaya perbaikan chasis truk

Biaya perbaikan sasis truk biasanya lebih mahal karena pada dasarnya truk dibuat dengan material rancangan yang khusus. Sehingga, truck tidak mudah untuk dilakukan perbaikan sasis karena diperlukan ketelitian yang tinggi untuk memperbaiki setiap badan truk yang rusak.

Kendati demikian, sebaiknya jika kamu melihat adanya tanda-tanda kerusakan sasis pada kendaraan baik karena karat air hujan atau kecelakan, segera diperiksakan ke bengkel khusus mobil truk. Tujuannya agar kondisi mobil tetap terjaga dari kerusakan lainnya yang bisa membuat bengkak pengeluaran saat diperbaiki.

4. Biaya perbaikan chasis mobil suv

Melakukan perbaikan chasis mobil SUV di bengkel resmi dihargai mulai Rp800.000 ribuan saja per panelnya. Kendati demikian, harga tersebut masih bisa berubah tergantung dengan kerusakan dan perbaikan yang akan dilakukan pada mobil. Sebab, pada kerusakan parah akan ada biaya tambahan yang diberi nama special repair dalam rangka menghemat biaya perbaikan.

Jangan lewatkan: Perbaikan Sasis Mobil

Komponen Chasis Mobil Secara Umum

1. Kopling

Komponen sasis mobil yang pertama adalah kopling. Komponen ini memiliki fungsi menghubungkan dan memutuskan putaran mesin ke transmisi dengan lembut. Kopling sangat berguna saat dipakai ketika kita akan menjalankan mobil atau ketika sedang macet, dengan adanya kopling proses pemindahan gigi transmisi akan terasa lebih halus.

Kopling terdiri dari dua buah logam yang berputar dengan RPM sama yakni flywheel dan pressure plate, serta kampas kopling yang berada di tengah dua logam ini. Saat pressure plate menekan ke arah flywheel akan menyebabkan kampas kopling terjepit dan hal itu membuat putaran mesin terhubung ke transmisi.

Namun pada sistem kopling otomatis atau yang biasa kita kenal dengan torque converter. Kopling ini bekerja berdasarkan gaya tekan fluida. Gaya tekan fluida ini akan semakin besar seiring bertambahnya putaran mesin, sehingga kita tidak perlu melakukan pengoperasian kopling secara manual.

2. Transmisi

Transmisi jadi komponen sasis mobil dan fungsinya untuk memanipulasi output mesin. Kamu akan tahu beberapa kondisi dimana sebuah mobil harus memerlukan torsi besar dan ada pula kondisi yang menuntut mobil memiliki kecepatan tinggi. Tugas transmisi adalah mengatasi kondisi diatas, dengan mengatur rasio perpindahan antar roda gigi.

Pada posisi 1, maka perbandingan roda gigi cenderung besar sehingga putaran output transmisi jauh lebih kecil dibandingkan input transmisi. Namun torsinya sangat besar. Ketika gigi 2 dan seterusnya perbandingan gigi akan semakin kecil, hal itu membuat tingkat percepatan output semakin besar namun torsi maksimalnya semakin turun.

Dalam transmisi, torsi berbanding terbalik dengan RPM mesin. Sama halnya dengan kopling, transmisi juga memiliki versi otomatis. Versi ini bisa menyesuaikan perbandingan gigi sesuai jalan dan kecepatan kendaraan. Sehingga kita perlu fokus ke kemudi saja tanpa meributkan perpindahan tuas transmisi.

3. Poros propeller

Selanjutnya ada poros propeller yang ada pada kendaraan penggerak FR atau 4WD. Biasanya poros propeller berbentuk tabung panjang yang terbuat dari baja. Komponen ini adalah propeller shaft, yang berfungsi untuk menghubungkan putaran transmisi di bagian depan mobil dengan axle dibagian belakang mobil.

Alasan penggunaan komponen berbentuk pipa ini adalah agar perpindahan tenaga bisa berlangsung efektif. Jika kamu memakai rantai, maka resikonya rantai akan cepat melar karena pemuaian dan suara yang berisik. Tapi karena kita menggunakan poros besi, maka akan lebih tahan terhadap pemuaian dan gaya puntir akan disalurkan secara sempurna.

4. Universal joint

Komponen sasis mobil antara transmisi dan axle belakang, pastinya memiliki ketinggian yang tidak selalu sejajar. Hal ini diakibatkan karena letak axle yang berada di bawah suspensi sementara transmisi berada di body mobil. Sehingga perlu komponen tambahan agar propeller bisa berfungsi tanpa terganggu hal ini.

Universal joint merupakan komponen sasis mobil dan fungsinya didesain secara fleksibel untuk menghubungkan momen puntir dari sudut dan arah manapun. Biasanya ada dua buah universal joint yang terletak dibelakang transmisi dan di depan gardan.

5. Gardan

Kamu pasti sering mendengar istilah ini, Gardan atau diferensial adalah salah satu komponen sasis mobil dan fungsinya untuk membedakan putaran roda kiri dan kanan mobil. Mengapa harus dibedakan, saat kendaraan membelok ke arah kiri misalnya, maka jarak yang ditempuh roda kiri dan kanan pasti beda. Jika roda tidak dibedakan putarannya maka akan terjadi selip di salah satu roda dan cepat menimbulkan keausan.

6. Rear Axle

Komponen selanjutnya adalah sebuah poros berbentuk batang yang menghubungkan gardan atau diferensial dengan poros roda. Di ujung poros akan dipasangkan wheel bearing sebagai bantalan poros terhadap body mobil. Perlu diketahui bahwa ada dua macam axle yang dipakai pada mobil, yakni tipe rigid axle dan independent axle.

Pada rigid axle, antara roda kiri dan kanan akan terletak pada satu poros kaku sehingga jika salah satu roda terkena efek suspensi maka roda satunya akan terpengaruh. Sementara pada tipe independent, ada fleksibel joint yang dipasangkan pada kedua ujung poros axle. Fungsinya agar roda kiri dan kanan bisa terbebas ketika salah satu roda terkena efek suspensi.

7. Pegas

Selanjutnya ada pegas masuk dalam sistem suspensi yang memiliki fungsi untuk meredam getaran jalan serta memberikan efek empuk ketika mobil melewati gundukan atau lubang. Pegas terbuat dari baja lentur dengan desain tertentu, misalnya ulir. Daya redam pegas yang cukup baik banyak dipakai pada mobil dengan sistem suspensi independen.

Model lainnya adalah model leaf spring, yakni baja lentur yang didesain seperti lembaran. Kekuatan leaf spring jauh melebihi pegas ulir sehingga tipe ini sering digunakan untuk mobil berbobot seperti truk dan bus.

8. Shock absorber

Shock absorber biasa juga disebut shockbreaker beda dengan pegas. Dalam gambar sasis mobil yang biasa dilihat, shock absorber ini tidak memiliki daya tahan terhadap tekanan. Namun komponen ini akan menyerap guncangan yang tercipta ketika pegas beraksi. Saat mobil melewati jalanan berlubang otomatis ada gaya penekanan kebawah yang ditahan oleh pegas.

Tapi karena sifat pegas yang lentur serta bobot kendaraan maka guncangan akan terlalu kuat. Dalam hal ini shock absorber akan mencegah terjadinya guncangan pada sistem suspensi. Cara kerja shock absorber adalah dengan menahan gaya guncang melalui mekanisme fluida.

9. Stabilizer bar

Komponen stabilizer hanya ada di sistem suspensi bebas atau independent. Stabilizer mobil dipakai agar roda kiri dan kanan tidak terlalu jauh marginnya. Kelemahan sistem suspensi independen adalah ketika salah satu roda melewati gundukan atau lubang maka akan terasa efek rolling yang besar karena roda satunya tidak menahan.

Stabilizer akan digunakan agar roda satunya bisa menahan rolling ketika salah satu roda terguncang. Pada komponen ini disusun oleh dua buah komponen, yakni swing bar dan link stabilizer. Swing bar merupakan poros yang menghubungkan sistem suspensi kiri dan suspensi kanan. Sementara link stabilizer akan menghubungkan ujung swing bar dengan shock absorber.

10. Sistem steering

Steering sistem juga masuk dalam komponen sasis kendaraan, fungsinya bukan hanya mengendalikan arah roda depan namun juga meringankan gaya pengereman. Sistem ini dibuat sebagai assist agar ketika kita memutar roda kemudi bisa lebih ringan. Secara umum ada dua macam power steering yakni tipe hidrolik dan tipe elektrik.

Tipe hidrolik memanfaatkan gaya tekan hidrolik yang diperoleh dari pompa steering untuk mendorong rack steer. Sedangkan tipe elektrik menggunakan motor yang langsung menggerakan rack steer.

11. Sistem pengereman

Kemudian ada sistem pengereman, sistem ini tentu berfungsi untuk mengurangi kecepatan kendaraan secara signifikan. Cara kerja rem adalah dengan memanfaatkan gaya gesek yang bisa mengkonversi energi putar roda menjadi energi panas. Pada sistem rem, dua buah material yang berbahan besi dan asbes akan bergesekan.

Sehingga akan mengurangi laju putarannya. Pada mobil, ada dua macam sistem rem yang dipakai, sistem rem tromol dan sistem rem cakram. Rem tromol dikenal dengan braking powernya yang bagus tapi kurang responsif, sementara rem cakram lebih responsif.

12. Roda dan ban

Komponen terakhir biasa terlihat pada gambar sasis mobil yaitu roda dan ban. Komponen ini biasanya berada di ujung powertrain, fungsinya untuk mengkonversi energi putar dari power train untuk menjalankan kendaraan. Roda tersusun dari velg dan ban, velg mobil atau rims merupakan rangka roda yang menjadi tumpuan kendaraan.

Untuk itu kekuatan rims juga tidak bisa sepelekan. Sementara ban berfungsi menyerap getaran kecil pada jalan dan menimbulkan traksi agar roda tidak selip. Ban sendiri, ada beberapa tipe antara lain tipe hard, medium dan soft. Ban mobil tipe soft memiliki struktur yang lunak sehingga akan cepat aus tapi gripnya cukup baik.

Baca juga: Panduan Membeli Mobil Bekas Wajib Cek ECU

Jenis-Jenis Chasis Mobil

Total ada lima jenis sasis mobil. Masing-masing memiliki teknologi dan peruntukkan berbeda-beda. Berikut ulasan selengkapnya.

1. Ladder Frame

Memiliki bentuk seperti tangga, bagian sasis ladder frame ini merupakan dasar bagian dudukan bodi kendaraan, mesin, transmisi, dan komponen kendaraan roda empat lainnya. Karena itulah, ladder frame diletakkan di bagian bawah guna menopang bodi, mesin, dan semua komponen mobil. Umumnya, bagian ini terbuat dari baja simetris berbentuk balok di mana di bagian tertentu diperkuat menggunakan tambahan join dan crossmember.

Bahkan pada desain tertentu, bagian sasis ladder frame ini biasanya diperkuat dengan besi menyilang diantara bingkainya. Kelebihan utama dari sasis model ini adalah lebih mudah dan murah untuk diproduksi. Tak hanya itu, konstruksi ladder frame juga memberikan ground clearance (dimensi kolong mobil) lebih tinggi serta lebih fleksibel dan kuat untuk menahan beban.

Karena keunggulannya tersebut, sasis ladder frame kerap digunakan pada kendaraan seperti truk, pick-up hingga SUV yang berorientasi untuk off-road. Namun dibalik itu, sasis ladder frame juga menyimpan kekurangan. Pertama, karena konstruksi sasis dan bodi yang terpisah, membuat bobot keseluruhan menjadi lebih berat. Selain itu, karena memiliki ground clearance yang tinggi, membuatnya lebih rentan mengalami limbung atau body roll. Di sektor keamanan, ladder frame umumnya tak dilengkapi dengan konstruksi crumple zone.

2. Monocoque Chassis

Selanjutnya ada monocoque chassis yang merupakan sasis yang dibuat menyatu dengan bodi mobil. Bagian terluar bodi mobil yang termasuk dari bagian sasis ini berfungsi sebagai kerangka yang mampu melindungi ruang kabin dari benturan. Monocoque sasis ini terbuat dari lembaran baja komposit yang disatukan dan diperkuat sehingga dapat dibentuk menjadi kerangka bodi mobil.

Beberapa mobil yang menggunakan sasis ini adalah Toyota All New Camry dan Toyota New Avanza. Kelebihan sasis model ini adalah bobot yang bisa ditekan. Selain untuk konstruksi ini juga menyediakan tingkat kekakuan atau rigiditas lebih baik, sehingga meningkatkan karakter handling dan menyumbang kenyamanan dalam berkendara.

Di sektor keamanan, sasis monokok umumnya juga terintegrasi dengan konstruksi crumple zone, yang bertujuan untuk meredam energi benturan ketika terjadi kecelakaan. Di balik keunggulannya tersebut, sasis monokok juga punya sedikit kelemahan. Pertama adalah konstruksi yang lebih rumit, membuat ongkos produksi semakin tinggi.

Selain itu, desain konstruksi monokok membuat ground clearance juga lebih terbatas, sehingga kurang cocok untuk diaplikasi untuk kendaraan off-road. Tak hanya itu, kemampuannya untuk menopang bobot berat juga tak sebaik sasis ladder frame. Maka dari itu, model yang umum menggunakan monokok adalah jenis sedan, hatchback, MPV, crossover hingga sports car.

3. Backbone Chassis

Memiliki peranan sebagai tulang kerangka utama tunggal, backbone chassis melintang sepanjang bagian tengah kendaraan roda empat, sehingga antara bagian depan dan belakang saling terhubung satu sama lain.

Hampir keseluruhan bagian bernama backbone chassis ini dibekali dengan struktur yang kaku guna menahan beban berat pada kendaraan.

4. Tubular Space Frame

Tubular space frame adalah chassis yang merupakan pipa baja dirangkai dan dibentuk sehingga langsung membentuk mobil sesuai konstruksi. Soal kekuatan chasis model ini, tentu tergantung dari mutu serta kualitas sambungan las tiap sendiri. Bisa dibilang, chassis ini merupakan yang terbaik dari sisi ketahanan beban berat, impact, dan perlindungan kekakuan torsional.

Demikian mengapa tubular space frame banyak diaplikasikan dalam dunia balap mobil. Kelebihan sasis ini mudah didesain dan mudah dilakukan penambahan komponen. Namun, hal itu akan menemui beberapa kesulitan karena semua komponen harus tersusun dan sambungan yang berbentuk segitiga.

5. Aluminium Space Frame

Aluminium space frame adalah chassis yang dibuat seperti monocoque tapi menggunakan bahan aluminium.

Sebaliknya, monocoque chassis menggunakan lembaran plat baja. Ada klaim yang menyatakan bahwa chassis ini lebih ringan dan lebih kaku 40% dibandingkan rangka monocoque.

Baca juga : 3 Pertimbangan Mendesain Chasis Mobil (Pengantar)

Ciri-Ciri Chasis rusak

1. Bengkok pada tulang kolong mobil

Cobalah teliti bagian bawah bumper mobil dan lihat apakah ada bagian sasis yang mengalami bengkokan atau tidak. Jika terdapat bengkokan, kemungkinan besar mobil tersebut sudah pernah mengalami tabrakan yang sebaiknya kamu hindari. Namun untuk memastikannya, kamu perlu menanyakan langsung ke pemilik kendaraan.

2. Ada tanda perbaikan chasis mobil

Bekas perbaikan sasis mobil akan jelas terlihat jika memang itu pernah dilakukan. Cek apakah terdapat bekas dempul mobil atau las pada bagian-bagian tertentu.

3. Mobil tidak terasa seimbang saat dikendarai

Sasis mobil yang bermasalah biasanya tidak enak dikendarai. Akan terasa seimbang jika mobil berjalan. Oleh karena itu, perlu untuk melakukan test drive sebelum memutuskan untuk membeli mobil bekas. Rasakan sendiri apakah mobil dapat melaju dengan seimbang atau tidak.

4. chasis Bodi mobil tidak presisi

Ciri sasis mobil rusak lainnya yang bisa kamu lihat secara kasat mata adalah bodi yang mobil terlihat tidak presisi. Ini bisa jadi disebabkan karena ada beberapa komponen sasis mobil yang bengkok. Salah satu masalah pada sasis mobil adalah timbul keropos. Maka jika sudah timbul karat pada sasis alangkah baiknya dipotong dan menambalnya dengan plat baru di bengkel sasis mobil.

Pemotongan haruslah dilakukan di bengkel khusus atau bengkel sasis mobil. Karena ketersediaan alat dan pemotongan dilakukan agar keropos tidak merambat ke bagian sasis lainya.

Kesimpulan

Biaya perbaikan chasis mobil cukup mahal, Oleh karena itu, dengan memiliki kendaraan mobil anda harus selalu melakukan perawatan seperti servis berkala. Hal ini akan membuat anda bisa meminimalisir pengeluaran apabila mobil tersebut membutuhkan perbaikan.

Baca juga: 3 Pertimbangan dalam Mendesain Chasis Mobil (Pertama)