Batang Piston Mesin Mobil itu Seperti Apa?

Teknisimobil.com – Komponen-komponen mesin yang utama menjadi bagian dari keseluruhan sistem vital. Mulai dari blok silinder, kepala silinder, piston, poros engkol, dan penyimpan energi mekanik sementara yakni flywheel atau roda gila. Semua komponen tersebut akan bekerja sama satu dengan lainnya untuk menjalankan langkah kerja mesin. Langkah kerja mesin yang utamanya dilakukan oleh piston tetap tidak dapat dilakukan sendiri melainkan membutuhkan ring piston, dinding silinder, poros engkol dan tidak lupa tentu saja batang penghubung antara piston dan poros engkol. Oleh karena itu, kita perlu tahu seperti apa peran batang piston mesin mobil dalam rangka menjalankan rangkaian kerja mesin pembakaran internal.

Batang Piston Mesin Mobil

Gambar bagian-bagian sebuah batang piston atau connecting rod. Sumber: Engineers Edge

Connecting rod adalah nama teknik bagi batang piston. Tetapi selain batang piston untuk di beberapa daerah lain di Indonesia, connecting rod dikenal dengan nama ‘seker’ atau ‘seher’. Mungkin juga ada nama lain di daerah asal kalian. Batang piston ada di dalam mesin setiap mobil. Batang piston terhubung dengan piston pada salah satu ujungnya dan terhubung dengan poros engkol pada bagian ujung lainnya. Fungsi utama dari batang piston adalah meneruskan tenaga mekanik dari hasil pembakaran di dalam ruang bakar menjadi tenaga mekanik dalam bentuk gerak rotasi yang dilakukan oleh poros engkol.

Gambar di atas menunjukkan bagian-bagian dari sebuah batang piston. Gambar bagian kanan adalah bagian utama sebuah batang piston. Ada small end, oil hole, connecting rod bearing, big end, dan connecting rod cap. Sementara itu gambar sebelah kanan terdapat bagian tambahan yakni piston pin dan bushing pada small end.

Salah satu ujung batang piston disebut dengan small end. Pada bagian inilah piston dihubungkan dengan batang piston melalui pin piston. Sementara itu, salah satu ujung yang lain disebut dengan big end yang berhubungan dengan poros engkol.

Tenaga dari gerak linier naik turun piston diubah menjadi gerak rotasi pada poros engkol. Gerakan ini menimbulkan gesekan antara poros engkol dan bearing pada batang piston. Untuk menghindari panas berlebih dan mengakibatkan keausan maka pada bearing dibeli pelumas melalui oil hole yang ada pada batang piston.

Oleh karena itu, pemasangan batang piston harus benar dan sesuai tanda yang diwajibkan oleh pabrikan. Begitu pula dengan pemasangan bearing batang piston harus sesuai tanda yang telah ditetapkan. Pemasangan yang salah bearing dan batang piston dapat mengakibatkan lubang oli dalam batang piston tertutup. Jika ini terjadi proses pelumasan tidak akan terjadi bahkan pada piston sekalipun. Ini akan sangat berbahaya dan mesin bisa jadi hanya akan bertahan sebentar setelah pengesetan mesin dilakukan.

Dengan demikian, perhatikan tanda pemasangan batang piston dan bearing batang piston yang berhubungan dengan poros engkol. Karena tanda-tanda tersebut berbeda untuk satu mobil dengan mobil lain maka perhatikan buku manual service jika diperlukan.

(2) Comments

  1. Pingback: Fungsi Poros Engkol dan Bagian-bagiannya-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 5 Pemeriksaan Wajib Poros Engkol Saat Bongkar Mesin-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *