• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
8 Aktuator pada Sistem EFI Mobil

8 Aktuator pada Sistem EFI Mobil

Teknisimobil.com – Tidak ada hal yang lebih penting dari mesin pembakaran internal kecuali meningkatkan kemampuan untuk menjadikan mesin lebih efisien dan mengurangi sekecil mungkin kandungan kimia berbahaya pada gas buangnya. Ini tentu tidak mudah. Sistem yang mampu menangani itu salah satunya adalah sistem EFI mobil. Melalui ECU, jenis sensor-sensor EFI memberikan informasi berupa data digital dan mengontrol aktuator pada sistem EFI. Ini yang kali ini akan kita bahas lebih jauh tentang mesin EFI.

Aktuator pada Sistem EFI Mobil

Terdapat delapan jenis aktuator yang ada di dalam sistem EFI. Kedelapan aktuator tersebut diperintahkan secara langsung oleh ECU sebagai respon dan olah data digital yang dilakukannya. Berikut adalah aktuator-aktuator tersebut.

1. Check Engine Lamp

Aktuator pertama adalah check engine lamp. Biasanya ditunjukkan seperti gambar simbol berikut ini. Letak check engine lamp ada di bagian depan setir pada dashboard mobi.

Tanda check engine lamp pada salah satu mobil.

Check engine lamp berfungsi memberitahukan pada pengemudi bahwa ada masalah pada sensor-sensor sistem EFI. Check engine lamp menyala berarti ada masalah pada sistem EFI. Dengan tanda ini maka pengemudi sudah seharusnya memeriksakan mobil mereka ke bengkel untuk mengetahui sensor mana yang rusak.

2. Injektor

Aktuator kedua adalah injektor. Berikut adalah gambar sebuah injektor untuk mesin EFI.

Gambar sebuah injektor pada mobil dengan sistem EFI. Sumber: Wiring Diagram T5

Injektor berperan dalam menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bakar pada masing-masing silinder. Kerja injektor dikendalikan oleh ECU dari hasil data digital dari sensor MAF atau sensor MAP. Bukan hanya kapan waktu harus menyemprotkan bahan bakar tetapi juga lamanya waktu penyemprotan juga diatur oleh ECU.

3. EGR

Aktuator ketiga adalah EGR atau Exhaust Gas Recirculation. Gambar berikut menunjukkan EGR pada sebuah mobil.

EGR berfungsi untuk mengurangi kandungan NOx pada gas sisa pembakaran dalam ruang bakar. Sesuai dengan namanya, EGR mensirkulasikan kembali sisa hasil pembakaran bersama dengan udara bersi yang berasal dari intake manifold mesin EFI. Menariknya, EGR tidak hanya diperuntukkan bagi mesin bensin tetapi juga dipakai pada mesin diesel.

Cara kerja katup EGR dikontrol oleh ECU. Meski demikian, terkadang kontrol yang dilakukan oleh ECU tidak bekerja karena EGR mengalami kerusakan.

4. Kontrol Fuel Pump

Aktuator keempat adalah fuel pump control. Perhatikan gambar berikut ini.

Kontrol pompa bahan bakar berfungsi mematikan kerja pompa bahan bakar ketika engine pada keadaan mati. Pompa bahan bakar yang dimaksud tentu saja bukan pompa bahan bakar mekanik melainkan pompa bahan bakar elektrik.

5. ESA

Aktuator kelima adalah ESA atau Electronic Spark Advancer. ESA memiliki peran mengontrol waktu pengapian. Waktu pengapian dapat maju atau mundur sesuai kebutuhan mesin. Maju mundurnya waktu pengapian didasarkan inputan dari sensor-sensor yang terlibat. Untuk mobil-mobil baru, pada ESA tidak lagi digunagan distributor dan digantikan dengan DLI atau distributor less ignition atau DIS atau direct ignition system.

6. ISC

Aktuator keenam adalah ISC atau Idle Speed Control. Berikut adalah contoh dan diagram sebuah ISC yang dipakai pada salah satu mobil dengan sistem EFI.

ISC memiliki peran mengontrol kecepatan idle atau stasioner mesin. Caranya adalah dengan mengatur jumlah udara yang masuk ke dalam ruang bakar pada saat pedal gas tidak ditekan. Putaran mesin pada saat idle biasanya berkisar antara 800-1000 rpm.

7. Cut Off A/C System Control

Aktuator ketujuh adalah cut-off A/C system kontrol. Skema kelistrikannya adalah sebagai berikut.

Kontrol cut A/C memiliki fungsi mematikan A/C mobil apabila temperatur mesin mencapai lebih dari 107 derajat celcius. Selain itu, pada saat katup throttle dibuka lebih dari ketentuan dari kecepatan kendaraan maka A/C akan otomatis dimatikan.

8. Electric Cooling Fan Control

Aktuator terakhir adalah electic cooling fan control. Lihat skema kelistrikan berikut ini.

Electric cooling fan control memiliki fungsi menghidupkan kipas listrik pendingin jika temperatur mesin mencapai 98 derajat celcius. Selain itu juga sistem ini akan bekerja ketika sensor temperatur air pendingin rusak.

Related Post

Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner
Terbit : 25 October 2021

Cara Membaca Kerusakan Mesin dengan Scanner

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya...
Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!
Terbit : 7 August 2021

Velg dan Ban Mobil, Penjelasan Lengkap!

Teknisimobil.com – Roda merupakan bagian penting dari sebuah kendaraan apa pun, termasuk mobil. Roda menjadi tumpuan utama ‘berdiri’ nya sebuah kendaraan. Tanpa roda kendaraan tidak...