6 Langkah Memeriksa Baterai Basah pada Mobil

Teknisimobil.com – Mobil modern bahkan tidak termasuk mobil listrik sangat membutuhkan keberadaan baterai. Baterai mobil adalah sumber energi utama dan pertama untuk sebuah mobil dapat beroperasi. Motor starter adalah salah satu sistem kelistrikan otomotif utama yang pertama kali membutuhkan daya ‘besar’ baterai. Meski kemudian ditopang oleh sistem pengisian untuk keperluan kelistrikan yang lain, tetapi baterai mobil yang tidak sehat adalah sumber masalah yang benar-benar seringkali terabaikan oleh kebanyakan pemilik mobil. Begitu pentingnya sebuah baterai, maka kami berpikir untuk menulis langkah memeriksa baterai basah pada mobil sebagai bentuk sederhana dalam membantu mengenal kendaraan kesayangan Anda.

Baterai basah pada sebuah mobil. Sumber: CarSpiritPK

Baterai digunakan secara terus menerus dan perawatan baterai pun tidak dapat dihindari jika ingin baterai tersebut tahan lama. Sementara itu, baterai akan terus mengalami penurunan performa selama pemakaian tersebut dan akhirnya akan rusak.

Langkah Memeriksa Baterai Basah

Terdapat beberapa langkah dalam memeriksa baterai mobil, terutama baterai basah. Penggunaan elektrolit yang juga menjadi perawatan baterai banyak diperuntukkan untuk jenis baterai basah. Berikut adalah langkah pemeriksaan baterai tipe basah.

Pertama – Kondisi Fisik Kotak Baterai

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa fisik kotak baterai. Pemeriksaan dilakukan secara visual. Kotak baterai adalah bagian paling luar dari baterai dan langsung dapat diperiksa dengan mata telanjang sekalipun.

Kotak baterai seringkali menyiratkan kondisi baterai. Baterai dalam kondisi bagus akan meiliki kotak yang rata dan lurus, tidak menggelembung, tidak mengalami keretakan, dan apalagi kebocoran cairan elektrolit yang tampak pada kotak baterai. Jika Anda menemui baterai dalam kondisi baterai yang tidak sesuai dengan kondisi tersebut sebagai contoh menggelembung maka hal yang perlu dilakukan adalah melakukan penggantian baterai mobil.

Kedua – Kondisi Terminal Baterai

Langkah kedua dalam memeriksa baterai mobil adalah memeriksa kondisi terminal baterai. Pada langkah ini pemeriksaan juga dilakukan secara visual. Pemeriksaan dilakukan untuk kerusakan terminal atau pun kotoran yang terdapat pada kedua terminal. Kotoran pada terminal baterai terutama akibat adanya karbon yang menempel karena adanya proses oksidasi. Kotoran lain seperti debu yang bertumpuk juga merupakan bagian yang harus diperhatikan. Baik karbon maupun debu yang menempel pada terminal, keduanya dapat meningkatkan daya hambat arus yang mengalir ke kabel utama.

Kotoran debu dapat dibersihkan menggunakan lap kain. Sementara itu, kotoran akibat oksidasi dapat dengan mudah diatasi dengan menyiramkan air panas pada terminal dan juga dibersihkan menggunakan lap kain sampai bersih. Kerusakan terminal bateri yang parah (cacat) juga akan mengakibatkan terpasangnya terminal (+) maupun (-) tidak kencang. Ini dapat mengakibatkan masalah pada sistem kelistrikan otomotif secara keseluruhan. Jika memang kerusakan terminal cukup parah maka jalan satu-satunya adalah mengganti baterai.

Ketiga – Jumlah Elektrolit

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan dengan memeriksa jumlah cairan elektrolit baterai. Jumlah cairan elektrolit baterai dapat diketahui dengan melihat tinggi cairan yang ada di samping kotak baterai. Biasanya ditandai dengan “batas atas” dan “batas bawah”. Jumlah cairan elektrolit tidak boleh melewati kedua batas tersebut. Dalam arti kata bahwa cairan tidak boleh di bawah batas bawah dan cairan pun tidak boleh di atas batas atas. Atau secara sederhana cairan elektrolit hanya boleh berada di antara kedua batas ini saja.

Jika cairan elektrolit di atas batas atas, maka harus dikurangi. Sementara itu, jika cairan elektrolit berada di bawah batas bawah maka harus ditambah dengan air suling.

Keempat – Tutup Baterai dan Ventilasi

Pemeriksanaan selanjutnya adalah untuk memeriksa tutup baterai mobil dan melihat saluran ventilasi. Pemeriksaan pun dilakukan secara visual dari kerusakan fisik keduanya. Tutup baterai dan lubang ventilasi memiliki peran untuk menjadi tempat penutup sekaligus saluran gas hasil reaski kimia saat terjadinya proses pengisian baterai dan pengosongan baterai.

Masalah akan terjadi jika lubang ventilasi pada baterai tidak terbuka. Gas hasil reaksi kimia tidak dapat keluar dari kotak baterai. Akibatnya adalah kotak baterai akan menjadi menggembung akibat menahan tekanan yang diberikan oleh gas tersebut. Oleh sebab itu pastikan lubang ventilasi yang ada di setiap tutup baterai tidak tersumbang. Selain itu, tutup baterai harus juga terpasang dengan kencang. Cairan elektrolit baterai akan tumpah jika tutup baterai tidak kencang. Tumpahnya cairan elektrolit akan mengakibatkan kerusakan pada cat di sekitar baterai dan tentu akan membuat korosi pada bodi lebih cepat.

Kelima – Tegangan Baterai

Pemeriksaan selanjutnya adalah memeriksa tegangan baterai mobil. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat ukur yakni AVO-meter.

Cara mengukur tegangan baterai cukup mudah. 1) Seting AVO-meter ke skala 0 dengan posisi selektor pada DC Volt di atas 12 volt. 2) Pasang probe merah (+) ke terminal (+) baterai dan probe (-) ke terminal (-) baterai. 3) Baca hasil pengukuran. Hasil pengukuran harusnya di atas 12 volt. Jika berada di bawah nilai tersebut maka baterai mobil perlu di-charger. Kemungkinan lain jika di bawah nilai tersebut adalah baterai mobil rusak dan harus diganti.

Keenam – Berat Jenis Cairan Elektrolit

Pemeriksaan terakhir yang perlu dilakukan adalah memeriksa berat jenis cairan elektrolit baterai. Pemeriksaan berat jenis ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yakni hydrometer. Silahkan baca: Cara mengukur berat jenis air aki.

Nilai berat jenis cairan elektrolit baterai diperiksa untuk setiap sel baterai. Jika nilai pengukuran berat jenis berkisar antara 1,25 hingga 1,27 maka cairan elektrolit dalam kondisi baik.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *