6 Komponen Sistem Induksi Udara Mesin EFI

Teknisimobil.comMesin EFI sangat populer untuk menggantikan mesin dengan sistem karburator yang dipakai awal-awal teknologi otomotif roda empat. Meski saat ini sedang ramai membicarakan mobil listrik, sepertinya populeritas mobil dengan sistem EFI tidak akan tergoyahkan setidaknya 50 tahun ke depan. Mesin ini meski berbahan bakar gas atau mesin pembakaran internal, mampu dengan sangat efisien mengurangi zat kimia berbahaya dalam gas buang. Dan selain kekhawatiran kehabisan bahan bakar fosil, itulah yang paling utama dari kekhawatiran manusia. Kali ini kita akan membahas komponen sistem induksi udara mesin EFI sebagai tindak lanjut memahami sistem EFI secara keseluruhan. Mari kita simak bersama.

Komponen Sistem Induksi Udara Mesin EFI

Dalam sistem induksi udara jenis mesin seperti ini terdapat enam komponen utama yang harus selalu diperhatikan. Berikut adalah keenam komponen penting tersebut.

Dapur pacu mesin EFI.

1. Saringan Udara

Saringan udara atau air filter memiliki peran penting dalam sistem induksi EFI. Saringan udara – seperti namanya – berfungsi menyaring kotoran baik itu debu, binatang kecil, uap air, bahkan uap oli yang terbawa oleh udara. Harapan dari adanya saringan udara adalah udara yang masuk ke dalam intake manifold sebelum masuk ke ruang pembakaran mesin benar-benar bersih.

Saringan udara harus secara rutin diganti – lihat cara mengganti saringan udara mesin. Saringan udara yang kotor akan sangat mengganggu kinerja mesin. Udara bersih mutlak diperoleh oleh mesin untuk menjadikan pembakaran yang sempurna.

2. Intake Manifold

Komponen beriktunya adalah intake manifold. Peran dari intake manifold mesin EFI adalah sebagai tempat saluran udara masuk ke ruang pembakaran masing-masing silinder mesin. Jumlahlah saluran pada intake manifold, dengan demikian, bergantung pada jumlah silinder yang dimiliki oleh mesin.

3. Sensor Intake Air Temperature (IAT)

Komponen ketiga adalah sensor intake air temperatur atau sensor IAT atau disebut juga sensor temperatur udara masuk. Sensor IAT memiliki fungsi mengukur temperatur udara masuk ke dalam intake manifold. Hasil pembacaraan sensor ini digunakan sebagai data masukan ECU. ECU mengolah data tersebut dan digunakan untuk mengontrol kinerja aktuator-aktuator pada mesin EFI.

Sebagai tambahan, sensor IAT terletak menyatu dengan air flow meter (sensor MAF) untuk jenis mesin L-EFI. Sementara itu, untuk mesin dengan tipe D-EFI, sensor IAT terletak di belakang saringan udara.

4. Sensor MAP

Komponen keempat adalah manifold absolute pressure sensor atau sensor MAP. Sensor ini memiliki fungsi mendeteksi tekanan absolut yang dimiliki oleh intake manifold. Dengan kata lain, udara yang masuk ke dalam ruang bakar akan terjadi berdasarkan kevakuman di dalam intake manifold kendaraan. Sensor ini hanya terdapat pada mesin dengan tipe D-EFI.

5. Sensor MAF

Selanjutnya kita memiliki komponen mass air flow sensor atau disebut juga sensor MAF. Jika sensor MAP terdapat pada mesin D-EFI, maka sensor MAF hanya terdapat pada mesin dengan tipe L-EFI.

Sensor ini terletak di antara saringan udara dan throttle body pada saluran masuk udara. Sensor MAF berfungsi mengukur jumlah udara masuk ke intake manifold. Jumlah udara masuk berubah berdasarkan besar kecilnya perubahan pembukaan katup throttle body.

6. Throttle Body

Komponen terakhir dari sistem induksi udara adalah throttle body. Komponen ini memiliki peran mengatur besar kecilnya udara yang masuk ke dalam intake manifold. Tentu saja ini bergantung pada tarikan pedal gas dan beban kendaraan.

Sebenarnya throttle body bukanlah komponen tunggal tetapi ia terdiri dari komponen-komponen yang lain. Throttle body terdiri dari empat komponen yang tergabung menjadi satu kesatuan. Komponen-komponen tersebut adalah throttle valve, sensor TPS, dashport, dan idle speed control.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *