5 Tanda Ring Piston Mesin Rusak

Teknisimobil.com – Komponen penting mesin pembakaran internal salah satunya adalah ring piston yang menyertai piston dalam melakukan langkah kerja mesin. Keduanya bekerja untuk menjadikan proses mesin berjalan dengan sebaik-baiknya sehingga performa puncak mesin dapat tercapai. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa peran mesin lain seperti blok silinder dan kepala silinder juga penting tetapi untuk kasus langkah kerja mesin, kedua komponen tersebut yang berperan lebih penting. Khusus untuk ring piston, jika mengalami masalah maka akan menimbulkan masalah mayor pada mesin. Dan kali ini, kita akan mencoba mempelajari tanda ring piston mesin rusak yang sering terjadi pada semua jenis mesin pembakaran internal.

Sebelum kita melihat tanda-tanda yang terjadi ketika ring piston rusak, sebaiknya kita lihat terlebih dahulu apa fungsi ring piston. Setidaknya terdapat 4 fungsi ring piston pada sebuah mesin. Fungsi pertama adalah untuk menutup bagian tengah silinder dan piston setelah pembakaran bahan bakar dan udara terjadi. Dengan begitu, gas pembakaran tidak keluar dari sana. Fungsi kedua adalah mengelola jumlah pelumasan oli untuk piston yang sedang bergerak. Fungsi ketiga adalah untuk menyerap dan mengambil panas dari piston sehingga tidak merusak mesin. Akhirnya, fungsi terakhir ring piston adalah untuk memastikan piston tidak terbentur pada dinding silinder saat gerak naik turun piston berlangsung.

Ada beberapa tanda ring piston mesin rusak yang perlu diwaspadai.

Tanda Ring Piston Mesin Rusak

Ring piston harus dalam kondisi baik untuk jangka waktu yang sangat lama. Tetapi, seperti komponen mesin mobil yang lain, maka ring piston pun akan berakhir pada masanya karena aus. Kita harus segera mengganti ring piston dengan segera untuk menghindari kerusakan yang lebih parah. Jika sampai terjadi lebih parah, biaya perbaikan sangat besar bahkan hingga jutaan rupiah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala ring piston rusak sesegera mungkin.

Berikut ini adalah 5 tanda paling teratas ketika ring piston mengalami kerusakan dan aus bagi mobil Anda.

Pertama – Kebocoran oli

Tanda pertama saat ring piston mengalami kerusakan adalah bocornya oli mesin. Oli akan menemukan jalan untuk masuk ke dalam ruang pembakaran yakni ruang di atas piston. Apabila ini terjadi, oli mesin akan sangat cepat berkurang. Makanya sering disarankan bahwa mengecek oli mesin menggunakan stik oli. Untuk mencegah kemungkinan overheat engine, kita harus menambahkan oli mesin pada saat pengecekan oli dan ditemui oli tidak mencukupi pada batas yang disarankan.

Jika ini terjadi segera bawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tetapi jika Anda tidak memiliki waktu, yang harus dilakukan adalah terus mengecek kemungkinan kekurangan oli mesin untuk menghindari masalah yang lebih besar dan tentu dengan biaya yang lebih besar juga.

Kedua – Performa Akselerasi Menurun

Kerusakan ring piston baik itu aus atau yang lain menyebabkan tenaga mesin mobil berkurang drastis. Kondisi ini akan sangat terasa pada saat kita menginjak pedal gas untuk mencoba berakselerasi. Seharusnya akan segera melesat dengan kecepatan lebih besar, tetapi kenyataannya ada reaksi ‘tertunda’ terhadap akselerasi tersebut. Bahkan jika kerusakan ring piston cukup parah, diperlukan lebih dari beberapa detik sebelum akselerasi mobil akan terjadi. Tetapi yang jelas, akselerasi tidak akan terjadi seperti ketika tidak ada masalah pada ring piston.

Ketiga – Asap dari Knalpot Berlebih

Ring piston rusak dapat menyebabkan asap yang keluar dari knalpot berwarna abu-abu atau putih. Asap putih tersebut berasal dari oli yang terbakar di dalam ruang pembakaran. Oli terbakar tersebut akan menghasilkan asap tebal yang tidak biasa terjadi pada kondisi normal. Jika ini terjadi, salah satu yang paling mungkin adalah kerusakan ring piston sedang terjadi.

Keempat – Tidak Ada Akselerasi

Akibat akselerasi yang buruk terus berlanjut akibat ring piston yang rusak atau aus, maka pada akhirnya akan menjadi lebih buruk atau sangat buruk bahkan mobil tidak lagi bisa berakselerasi. Pedal gas ditekan tetapi mobil tetap tidak dapat melaju pada kecepatan tertentu seperti biasa. Bahkan untuk beberapa kasus, mobil tidak akan dapat bergerak sama sekali.

Kelima – Overheat Engine

Apabila kita lengah dan tidak melihat kebocoran oli karena kerusakan ring piston, maka mesin mobil akan mulai mengalami panas hingga overheat engine. Apabila komponen-komponen ini mulai terlalu panas dan overheat terjadi, maka ini dapat mengakibatkan kerusakan mesin permanen. Dan tidak hanya berhenti di sana karena biaya yang harus dikeluarkan akan menjadi sangat mahal.

(1) Comment

  1. Pingback: 9 Masalah Umum Sistem Pengapian Mobil Bensin-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *