5 Pemeriksaan Wajib Poros Engkol Saat Bongkar Mesin

Teknisimobil.com – Salah satu komponen mesin paling penting adalah poros engkol. Poros engkol berputar karena mendapatkan tenaga mekanik dari hasil konversi tenaga kimia hasil pembakaran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar. Bersama dengan piston dan connecting rod akhirnya poros engkol dapat berputar dan menjalankan mesin secara keseluruhan. Penting sekali peran poros engkol jika kita melihat semua ini. Oleh karena itu, kita akan membahas pemeriksaan wajib poros engkol pada saat kita membongkar mesin agar hasil yang diperoleh maksimal.

Pemeriksaan Wajib Poros Engkol Saat Bongkar Mesin

Berikut adalah pemeriksaan wajib poros engkol atau crankshaft saat membongkar mesin mobil.

Sumber: Vivid Racing

Pertama – Pemeriksaan Crank Pin

Pemeriksaan pertama yang harus dilakukan adalah pemeriksaan crank pun. Terdapat lima hal penting yang harus dilakukan.

1. Dengan menggunakan mikrometer luar, ukurlah diameter crank pin poros engkol.

2. Hasil yang diperoleh dari pengukuran tersebut, selanjutnya dibandingkan dengan ukuran standar seperti pada tabel berikut ini. Tabel ini khusus untuk mesin Toyota Kijang Seri K.

3. Periksalah ketirusan dan keovalan pada crank pin seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.

4. Dengan nilai yang diperoleh, bandingkan hasil pengukuran dengan nilai spesifikasinya. Pada kendaraan Kijang dengan mesin seri K nilai spesifikasi ketirusan dan keovalan maksimum adalah 0,005 mm (0,002 inchi).

5. Jika ketirusan dan keovalan melebihi nilai maksimum yang disyaratkan, maka lakukan under size poros engkol atau melakukan pengecilan diameter crank pin. Ini dapat dilakukan di bengkel bubut. Jika sudah sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan under size maka gantilah poros engkol dengan yang baru.

Kedua – Pemeriksaan Run Out Poros Engkol

Pemeriksaan wajib kedua dari poros engkol adalah pemeriksaan poros engkol dari run out. Run out poros engkol dapat dilakukan melalui bebrapa langkah berikut.

1. Siapkan poros engkol dan bersihkan. Kemudian siapkan V-block dan letakkan poros engkol di atasnya.

2. Siapkan alat ukur yang disebut dial indikator, persiapkan, periksa, dan set dial indikator ke keadaan standar. Kemudian ukurlah run out poros engkol yakni tepat pada journal poros engkol di bagian tengah. Lihat gambar berikut untuk posisi yang tepat.

3. Selanjutnya catat hasil pengukuran run out yang dilakukan. Hasilnya selanjutnya dibandingkan dengan nilai spesifikasi mesin yang ada di buku manual service. Untuk mesin Toyota Kijang dengan seri K, nilai spesifikasi run out maksimum yakni 0,03 mm.

4. Nilai run out berarti melihat nilai kebengkokan poros engkol secara keseluruhan. Jika nilai run out melebihi nilai maksimum maka sebaiknya poros engkol diganti. Tetapi, jika Anda ragu maka ulangi pengukuran beberapa kali untuk memastikan hasil pengukuran yang sesungguhnya.

Ketiga – Pemeriksaan Crank Journal Poros Engkol

Pemeriksaan wajib terhadap poros engkol yang ketiga adalah pemeriksaan crank journal poros engkol. Pemeriksaan crank journal dilakukan dengan memeriksa diameter crank journal. Berikut adalah langkah-langkah pemeriksanaanya.

1. Persiapkan alat ukur SST yakni mikrometer luar. Kemudian ukurlah diameter crank journal yang ada pada poros engkol.

2. Hasil yang diperoleh untuk setiap crank journal dicatat. Selanjutnya, bandingkan dengan spesifikasi pada buku manual service mesin. Untuk Toyota Kijang seri K, Anda dapat bandingkan hasil pengukuran dengan nilai pada tabel berikut ini.

3. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan ketirusan dan keovalan pada crank journal. Caranya cukup sederhana, seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini.

4. Catat hasil pengukuran yang diperoleh. Selanjutnya bandingkan hasil pengukuran tersebut dengan nilai spesifikasinya. Untuk setiap mesin berbeda-beda. Untuk mesin Toyota Kijang seri K nilai spesifikasi ketirusan dan keovalan maksimum adalah 0,005 mm.

5. Jika ketirusan dan keovalan melebihi nilai maksimum maka lakukan under size poros engkol. Jika sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan under size maka poros engkol harus diganti dengan yang baru.

Keempat – Pemeriksaan End Play Poros Engkol

Pemeriksaan wajib pada poros engkol pada saat membongkar mesin adalah pemeriksaan end play atau celah samping poros engkol. Untuk melakukan pemeriksaan end play diperlukan beberapa langkah berikut.

1. Persiapkan alat SST yakni dial indikator. Pasang dial indikator seperti pada gambar berikut ini. Kemudian gerakkan maju dan mundur poros engkol dengan menggunakan obeng dan lihat nilai yang ditunjuk oleh dial indikator.

2. Catat hasil pengukuran yang diperoleh. Bandingkan hasil pengukuran yang diperoleh dengan spesifikasi mesin terkait melalui manual service. Untuk mesin Toyota Kijang seri K, celah standart: 0,040 – 0,242 mm dan celah maksimum: 0,30 mm.

3. Jika nilai hasil pengukuran end play poros engkol melebihi nilai celah maksimum maka gantilah thrust washer satu pasang. Untuk ketebalan thrust washer sendiri nilai ukuran standar: 2,430-2,480 mm, untuk ukuran over size O/S 0,125 : 2,490-2,540 mm.

Kelima – Pemeriksaan Celah Oli

Pemeriksaan wajib kelima adalah pemeriksaan celah oli poros engkol. Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan untuk melakukan pemeriksaan celah oli poros engkol. Untuk kasus ini kita akan melihat langkah pemeriksaan celah oli bagi mesin Toyota Kijang seri K.

1. Langkah pertama, kendorkan dan lepaskan 10 baut main bearing cap secara merata dan dengan bertahap dengan urutan seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.

2. Gunanakan kedua baut main bearing seperti pada gambar berikut untuk melepaskan main bearing cap, bearing bagian bawah, dan thrust washer.

3. Selanjutnya angkat poros engkol dari blok silinder. Biarkan bearing bagian atas dan thrust washer atas (pada main bearing nomor 3) tetap menempel pada blok silinder.

4. Selanjutnya bersihkan crank journal dan bearing dari kemungkinan adanya kotoran dan dan oli yang menempel hingga bersih. Selanjutnya, periksa juga crank journal dan bearing apakah ada kerusakan fisik (goresan) atau tidak.

5. Selanjutnya, silahkan kembalikan poros engkol ke blok silinder.

6. Kemudian pasang plastic gauge pada masing-masing crank journal seperti tampak pada gambar berikut ini.

7. Selanjutnya pasang kembali main bearing cap. Kencangkan baut main bearing cap dengan nilai torsi 6 kgf.m dengan menggunakan SST kunci momen.

8. Setelah itu, lepaskan baut main bearing cap.

9. Kemudian ukurlah plastic gauge dan bandingkan hasil pengukuran dengan nilai spesifikasi mesin terkait. Untuk mesin Toyota Kijang seri K spesifikasinya adalah sebagai berikut. Spesifikasi celah standar STD: 0,016 – 0,040 mm, Tipe U/S : 0,017 – 0,071 mm. Sementara itu, untuk celah maksimum = 0,10 mm .

10. Jika celah oli melebihi celah maksimum yang disyaratkan pabrikan mobil, gantilah bearing atau lakukan penggantian poros engkol jika memang sangat diperlukan.

(1) Comment

  1. Pingback: Saat Men-start Mesin Mobil Apa yang Terjadi?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *