5 Ciri Master Silinder Rem Rusak Apa Saja?

Teknisimobil.com – Master silinder rem bekerja saat pedal rem mulai ditekan. Ini merupakan bagian sangat penting dari sistem rem. Bahkan ketika boster rem rusak, rem masih dapat berfungsi meski tekanan pedal rem menjadi berat. Tetapi jika master silinder rem rusak maka yang akan terjadi rem tidak akan berfungsi dengan baik. Tetapi, apa saja ciri master silinder rem rusak yang dapat kita temui secara fisis? Ini yang akan kita bahas pada bagian ini. Yuk, lanjutkan membacanya!

Pasa saat pengemudi menginjak pedal rem di dalam kendaraan untuk memperlambat mobil yang sedang berjalan, sistem pengereman menggunakan silinder master rem untuk mengubah tekanan pada pedal menjadi tekanan hidrolik. Konversi tekanan terjadi karena master silinder rem mentransfer minyak rem ke jalur pipa-pipa rem. Master silinder rem akan melakukan ini tidak peduli apakah Anda menggunakan rem cakram atau rem tromol. Tidak mungkin ada sistem pengereman yang ada tanpa master silinder rem.

Ciri Master Silinder Rem Rusak

(Credit: liveabout)

Master silinder memang bukan bagian dari sistem kelistrikan kecuali bagian sistem ABS nya yang memang rentan masalah karena sistem mekanik. Tetapi bukan berarti kebal terhadap masalah terutama masalah dengan waktu pakai. Ketika master silinder rem mulai termakan usia ada ada kerusakan lain, maka kita perlu mengerti tentang itu. Berikut adalah ciri master silinder rem rusak.

Pertama – Warning Light

Ciri pertama yang paling mudah untuk ditemui adalah menyalanya lampu peringatan rem (brake warning light) yang ada di dashboard. Jika lampu ini menyala ada beberapa jenis masalah yang terjadi pada sistem pengereman mobil Anda. Dan salah satunya adalah berarti kerusakan pada master silinder rem. Sensor biasanya akan mendeteksi yang membawa Anda untuk mengetahui bahwa minyak rem pada reservoir tank berkurang atau habis dan salah satu penyebabnya adalah kerusakan master silinder.

Kedua – Minyak Rem Bocor

Minyak rem pada sistem rem harus mencukupi yang biasanya ditandai dengan jumlah minyak rem yang tampak pada reservoir tank. Jika jumlah (tingkat) minyak rem pada tangki ini tidak cukup atau bahkan hampir habis pasti ada penyebabnya. Salah satu penyebabnya adalah kebocoran melalui master rem. Ketika minyak rem bocor melalui master rem biasanya ditandai dengan kondisi ‘basa’ di sekitar pangkal (dekat boster rem) akibat minyak rem. Jika ini dibiarkan, maka pengereman pun akan terganggu dan kendaraan akan sangat sulit dihentikan sebagai akibatnya. Dalam kondisi ini, perbaikan harus dilakukan, misalnya seal pada piston dalam master silinder yang aus atau silindernya sendiri rusak.

Ketiga – Pedal Rem ‘Lembut’

Ciri ketiga master silinder rem rusak adalah pedal rem terasa ‘lembut’. Lembut di sini bukan berarti karena boster rem baik tetapi lembut dalam arti ‘kenyal’. Ingat di dalam master silinder terdapat seal pada setiap silindernya. Oleh karena itu, lembut ini dapat berarti karet seal pada master silinder rem sudah saatnya diganti. Kerusakan ini dapat mengakibatkan kebocoran internal. Artinya, minyak rem tidak tertekan ke arah silinder roda sepenuhnya tetapi malah kembali ke reservoir tank ketika pengereman dilakukan.

Keempat – Minyak Rem Kotor.

Ciri lainnya adalah minyak rem kotor atau terkontaminasi. Kotoran bisa berasal dari mana saja termasuk dari luar. Pada bagian pangkal master silinder biasanya ada seal untuk menahan debu masuk ke dalam master silinder. Jika seal rusak ini akan mengakibatkan debu masuk ke dalam master silinder dan mengkontaminasi minyak rem. Selain itu bisa juga dari karet pada tutup reservoir tank yang sudah tidak berfungsi dengan baik sehingga debu masuk dari tutup tersebut. Kemungkinan lain adalah serbuk besi dari gesekan piston dan silinder pada master silinder. Jika ini terjadi biasanya rem akan terasa lebih kerat dari biasanya.

Kelima – Pedal Rem tidak Kembali.

Ciri terakhir master silinder rem rusak adalah ketika pedal rem dilepas tetapi tidak kembali pada posisi sebelumnya. Saat pedal rem dilepas pedal rem akan pasti kembali pada posisi sebelumnya. Tetapi jika saat dilepas pedal rem tidak segera kembali atau perlahan-lahan kembalinya dan bahkan tidak kembali sama sekali maka dapat dipastikan kerusakan terjadi pada master silinder rem. Jika ini Anda temui, segera lakukan perbaikan pada master silinder.

Itulah tadi ciri dari master silinder yang mengalami kerusakan. Apakah Anda memiliki ciri lain selain kelima ciri di atas? Jika ya, sebutkan pada kolom komentar ya!!!

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *