4 Tanda Input Shaft Bearing Transmisi Rusak

Teknisimobil.com – Sistem pemindah tenaga memungkinkan pengemudi untuk mengontrol daya yang dihasilkan oleh mesin. Sistem ini bekerja dengan menggunakan roda gigi. Dalam sistem transmisi manual, kopling digunakan untuk menghubungkan mesin dan poros input secara bersamaan. Ketika mesin menghasilkan tenaga, mesin memiliki poros keluaran atau output shaft yang mengirimkan daya ke input shaft. Dari sana, poros input mentransfer daya ini ke sistem transmisi. Setiap kali Anda menggunakan kopling, tenaga mesin beralih ke input shaft. Jika ini bearing rusak masalah akan terjadi. Dan untuk itu kita akan melihat tanda input shaft bearing transmisi rusak pada artikel kali ini.

Tanda Input Shaft Bearing Transmisi Rusak

Input dan output shaft berputar bersama selama proses pemindahan tenaga dari mesin ke sistem penggerak. Bearing atau bantalan input shaft membuat putaran poros tersebut berputar dengan baik. Bantalan atau bearing bekerja bergantung pada oli transmisi. Jika oli Transmisi kurang maka akan terjadi panas berlebih dan mengakibatkan masalah pada bearing.

Selain karena kurangnya oli yang menyebabkan bantalan poros input Anda menjadi rusak, terdapat kemungkinan lain karena bearing sudah tua dan usang. Ketika tanda input shaft bearing rusak ditemuai, Anda harus segera mengganti bantalan tersebut atau berisiko menghadapi gejala yang lebih buruk segerak akan terjadi.

Berikut adalah tanda input shaft bearing transmisi mengalami kerusakan. Di bawah ini adalah 4 gejala top bantalan poros input yang buruk.

1) Mesin Berisik saat Roda Gigi Netral

Pada saat posisi roda gigi transmisi netral, apakah terdapat suara berisik pada ruang mesin atau pada mesin? Tentu saja ini pada saat mesin hidup atau berputar. Jika Anda mendengar suara berisik pada kondisi tersebut, terdapat kemungkinan besar input shaft bearing atau klahar input shaft transmisi mobil Anda rusak. Suara ‘berisik’ yang dimaksud bukan berarti memiliki suara yang sama melainkan berbeda-beda sesuai dengan kadar kerusakan bearing. Suara berisik pada kondisi ini dapat disebabkan oleh kurangnya oli transmisi. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa oli transmisi mencukupi.

2) Terdengar Suara Konstan pada Roda Gigi

Input shaft bearing yang rusak dapat menyebabkan roda gigi mengeluarkan suara konstan. Jika putaran mesin ditingkatkan dengan menekan pedal gas lebih dalam, maka suara yang suara tersebut terdengar lebih keras dan seterusnya dengan nada yang berbeda. Mudah sekali untuk dikenali suara ini karena suara ini tidak akan berhenti karena suara tersebut tetap akan terdengar baik saat mobil berhenti atau pun mobil berjalan. Jika yang rusak adalah output shaft bearing maka suara tersebut akan berhenti saat mesin posisi idle.

3) Roda Gigi Selip

Pada saat input shaft bearing transmisi aus, roda gigi transmisi dapat berpindah sendiri saat pedal kopling ditekan ini disebut sebagai gejala roda gigi transmisi selip. Bearing yang rusak menyebabkan input shaft transmisi menjadi lebih banyak bergerak secara tidak teratur. Akibatnya poros roda gigi tidak selaran dengan benar dan tidak dapat digunakan secara penuh.

4) Ada Getaran saat Pindah Gigi Transmisi

Pada saat memindah roda gigi transmisi dan terasa bergetar yang terasa berasal dari tongkat pemindah gigi (shifter). Sebenarnya ini kelanjutan dari gejala bising yang menjadi tanda pertama di atas. Ini terjadi pada saat kita hendak berpindah dari posisi roda gigi tertentu ke posisi netral. Jika Anda menemui hal demikian maka dapat dipastikan bahwa sudah terjadi kerusakan pada bearing input shaft transmisi.

Bisa jadi ada hal lain yang menjadi tanda. Tetapi, hal-hal di atas adalah tanda yang paling umum terjadi. Jika ada temuan lain, silahkan menyebutkannya dalam kolom komentar berikut.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *