2 Jenis Intake Manifold Mesin EFI

Teknisimobil.com – Mesin dengan sistem EFI menambah kerumitan tersendiri. Ada harga yang harus dibayar dari setiap keingginan untuk menjadi lebih baik. Keinginan untuk menghindari zat berbahaya dalam emisi gas buang mobil harus dibayar dengan kerja pengembangan teknologi yang tidak sederhana. Salah satu harga tersebut harus dibayar melalui pengembangan intake manifold yang dipakai pada mesin EFI. Tempat menempelnya throttle body, cold start injector, dan beberapa komponen penting lainnya ini, harus didesain sedemikian rupa sehingga tujuan tercapai. Terdapat dua jenis intake manifold mesin EFI untuk memenuhi tuntutan tersebut. Berikut kami uraian keempat jenis tersebut.

Jenis Intake Manifold Mesin EFI

Sumber: Rebuild Master Tech

Berikut adalah kedua jenis intake manifold yang ada hingga saat ini.

Intake manifold Tetap

Perhatikan gambar berikut ini. Gambar menunjukkan jenis intake manifold tetap.

Jenis intake manifold tetap terbagi dua; model integrated (gambar atas) dan model separated (gambar bawah).

Jenis pertama adalah jenis intake manifold tetap. Jenis ini adalah adalah jenis pertama kali yang dipakai pada mesin EFI. Jenis ini masih dibagi menjadi dua tipe. Tipe pertama model integrated dan tipe kedua model terpisah (separated). Model integrated berarti intake manifold dengan air intake chamber tergabung menjadi satu kesatuan, sedangkan model terpisah berarti intake manifold dan air intake chamber dapat dipisahkan menjadi dua bagian tersendiri.

Intake Manifold Variabel

Jenis kedua intake manifold adalah intake manifold variabel. Ini merupakan model pengembangan baru. Berbeda dengan jenis intake manifold tetap yang panjangnya tidak dapat berubah. Kondisi ini mengakibatkan dibutuhkannya waktu yang cukup lama untuk mencapai daya optimal ketika mesin sedang dalam putaran tinggi. Untuk kondisi normal, intake manifold tetap tidak menjadi masalah dan akan tetap dapat bekerja dengan baik.

Untuk mencapai kondisi mesin optimal saat putaran tinggi dengan waktu singkat dibutuhkan manifold yang berbeda. Itulah kemudian pengembangan menghasilkan jenis intake manifold variabel. Dengan jenis intake manifold ini kebutuhan suplai udara pada setiap putaran mesin akan dapat terpenuhi dengan baik.

Pada saat putaran mesin rendah intake manifold dibuat panjang yang membuat terbentuknya aliran turbulen. Aliran udara turbulen memberikan campuran udara dan bahan bakar menjadi homogen sepenuhnya. Kondisi putaran mesin sedang, intake manifold dibuat lebih pendek sehingga suplai tetap udara terpenuhi. Selanjutnya pada saat putaran mesin tinggi, suplai udara yang masuk ke silinder harus secepat mungkin. Dengan demikian, dibutuhkan intake manifold yang lebih pendek lagi sehingga waktu suplai udara juga menjadi lebih singkat dan kebutuhan mesin dapat tercapai.

Jenis intake manifold variabel yang dikontrol dengan katup (gambar atas) dan yang dikontrol secara elektronik menggunakan ECU (gambar bawah).

Perubahan jarak intake manifold lama dilakukan melalui komponen mekanis, tetapi untuk jenis yang lebih modern, kerja menakanis tersebut digantikan oleh kontrol elektronik melalui Engine Control Unit.