4 Dampak Ban Terlalu Keras pada Mobil

Teknisimobil.com – Ban baik ban cadangan maupun ban utama adalah komponen penting bagi sebuah mobil. Bukan hanya untuk melapisi velg agar mobil dapat berjalan lembut, tetapi lebih dari itu untuk terkait keselamatan penumpang dan pengemudi mobil tersebut. Itu berarti, kita tidak dapat memandang sebelah mata masalah ban mobil. Salah satu yang menjadi masalah adalah ketika ban terlalu keras. Terdapat beberapa dampak ban terlalu keras pada sebuah mobil. Artikel kali ini akan membahas hal tersebut secara rinci. Yuks, lanjutkan membacanya!!!

Sebagai contoh ketika kita hendak bepergian juah, persiapan tidak hanya pada masalah mesin mobil saja tetapi pengecekan ban mobil juga sangat penting. Banyak hal yang harus dipersiapkan, misalnya persiapan penggantian ban jika pecah ban di jalan, mengetahui cara mengganti ban, bahkan perlu juga untuk mengetahui umur ban mobil yang akan digunakan.

Tetapi dibanding itu semua, ada satu hal wajib yang perlu Anda amati yakni mengecek tekanan ban. Tekanan ban terlalu kempes tidak baik untuk perjalanan, begitu juga saat mobil berjalan dengan ban terlalu keras.

Dampak Ban Terlalu Keras pada Mobil

Perhatikan gambar di atas. Gambar pertama bagian bawah sebelah kiri menandakan ban mobil yang memiliki tekanan terlalu keras. Sementara itu bagian tengah adalah tekanan yang tepat, dan sebelah kanan adalah ban kurang tekanan angin atau kempes. Pada saat ban mengalami tekanan berlebih, maka ada beberapa dampak yang akan dialami oleh kendaraan. Berikut adalah beberapa masalah jika ban mobil terlalu keras.

Kemampuan Penyerapan Getaran Lemah

Apa jadinya ketika ban mobil terlalu keras? Yang pertama adalah kemampuan penyerapan getaran ban menjadi lemah. Ban yang terlalu keras berarti volume udara di dalam ban juga semakin besar. Volume besar sebanding dengan tekanan yang semakin besar. Dengan demikian ban akan menjadi lebih keras karena material dasar ban akan semakin mengembang dan mengeras.

Dalam kondisi ban yang mengeras, ban akan kehilangan daya serap terhadap getaran. Ini sama artinya kita mengendarai mobil dengan ban besi. Pengurangan daya serap ban ini akan menimbulkan ketidaknyamanan saat berjalan. Ruang penumpang akan langsung merasakan keadaan getaran yang berasal dari jalan yang dilalui. Tidak hanya pada jalan yang tidak rata, bahkan ban terlalu keras tidak akan nyaman dikendarai pada jalan yang halus sekalipun.

Stabilitas Kemudi Berkurang

Ban terlalu keras akan menyebabkan thread ban menjadi kaku. Akibatnya traksi ban atau daya cengkram ban terhadap permukaan jalan akan berkurang. Dan akibatnya mobil akan mudah mengalami selip.

Tetapi, untuk mobil-mobil yang telah dilengkapi dengan sistem rem ABS atau bahkan dilengkapi dengan sistem traksi kontrol, maka efek dari ban terlalu keras tidak terlalu terasa. Kedua sistem tersebut akan membantu Anda mengendalikan kondisi ketidakstabilan kemudi mobil.

Selain mengalami selip, mobil dengan tekanan ban terlalu tinggi akan mengakibatkan lemahnya kontrol kemudi pada saat mobil bergerak dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, kurangi tekanan ban untuk mendapatkan kendali kemudi kendaraan dengan baik.

Kausan Ban Tidak Rata

Tekanan yang diterima oleh ban nyatanya tidak merata. Dalam arti bahwa ketika ban mobil terlalu keras, terdapat permukaan yang mendapatkan tekanan lebih. Dan yang paling terlihat adalah bagian ban yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan.

Tekanan ban yang terlalu keras mengakibatkan permukaan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan akan lebih menggembung. Akibatnya, jika ini dibiarkan terlalu lama, ban akan mengalami keusan yang tidak merata. Yakni, bagian paling tengah ban akan mengalami keausan yang lebih cepat dibandingkan dengan posisi ban yang lain.

Ban Rawan Meledak

Ban mobil terlalu keras juga akan mengakibatkan masalah lebih dari tiga dampak sebelumnya, yakni rawan meledak. Ban meledak ketika mobil dalam keadaan diam tidak menimbulkan apa-apa kecuali hanya masalah kerugian penggantian ban. Tetapi bagaimana jika meledak saat mobil berjalan? Ini sangat berbahaya dan kecelakaan fatal bisa terjadi.

Berjalan dengan tekanan ban telalu keras sangat beresiko. Tekanan ban akan meningkat sejalan dengan perjalanan Anda. Tekanan ban akan terus meningkat sejalan dengan lamanya Anda berjalan. Ban mobil akan mendapatkan tambahan temperatur dari sistem rem dan gesekan dengan jalan terlebih lagi pada hari panas terik. Tekanan ban yang sebelumnya telah tinggi akan semakin tinggi dalam kondisi semacam itu. Udara di dalam ban akan mengalami peningkatakan tekanan sementara kemampuan material ban akan melemah. Akibatnya, batas tahanan ban dapat terlampaui dan ban akan meledak tiba-tiba.

Oleh karena itu, hati-hati ketika panas terik dan Anda perlu perjalanan jauh. Perhatikan tekanan ban dan usahakan sesuai dengan saran tenanan ban yang diperbolehkan.

Tekanan ban mobil berbeda-beda tergantung besar rims dan bobot mobil. Sebagai contoh, untuk mobil MPV dan Midle SUV tekanan ban yang tepat adalah 30-35 PSI. Sementara untuk mobil yang lebih kecil (LCGC dan Hatchback) tekanan ban disarankan sekitar 28 hingga 32 PSI.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *