3 Prinsip Kerja Sistem Pendingin Mobil

Teknisimobil.com – Berbicara tentang sistem pendingin mobil maka kita berbicara tentang upaya untuk membuang kelebihan temperatur. Temperatur berlebihan pada mesin jelas bukan hal baik dan bahkan akan membayakan mesin seperti halnya overheat engine. Tetapi, kemana akan dibuang kelebihan ini? Ya, ke udara bebas. Dibantu dengan sistem pelumasan yang menggunakan oli mesin, sistem pendingin harus juga dalam kondisi optimal. Tapi masalahnya, bagaimana prinsip kerja sistem pendingin mobil sehingga tujuan pembuangan kelebihan kalor dapat terjadi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya secara detail.

Jenis Sistem Pendingin Mesin Pembakaran Internal

Sebelum masuk ke permasalahan prinsip kerja sistem pendingin mobil, kita kenali terlebih dahulu jenis sistem pendingin. Tentu saja ini adalah untuk mesin pembakaran internal. Berikut adalah jenis sistem pendingin tersebut.

Pertama – Yang pertama adalah sistem pendingin udara. Sistem pendingin udara paling banyak dipakai pada sepeda motor. Kisi-kisi yang ada di sekitar mesin dibangun untuk mempermudah sirkulasi udara menjangkau bagian mesin motor. Sehingga kalor yang berlebihan dapat dibuang ke udara bebas dan mesin dalam temperatur kerja normal.

Kedua – Jenis yang kedua adalah sistem pendingin air atau dikenal juga sebagai sistem pendingin alami. Sistem pendingin jenis ini menggunakan ‘wadah’ air untuk menyerap kalor dari mesin. Pemanfaatan ini biasanya diperuntukkan pada hampir semua jenis pompa air yang dipakai di rumah-rumah.

Ketiga – Jenis sistem pendingin yang terakhir adalah sistem pendingin radiator. Sistem pendingin radiator bekerja dengan bantuan sebuah radiator set. Jenis ini merupakan yang paling baik terutama untuk mesin pembakaran internal berukuran besar. Mobil, truk, bus, dan beberapa mesin ICE lain menggunakan jenis ini dan terbukti efisien.

Prinsip Kerja Sistem Pendingin Mobil

Memang pada prinsipnya, penyaluran bahang ke udara bebas dapat dilakukan secara langsung oleh udara yang melewati mesin. Tetapi untuk mesin pembakaran internal dengan ukuran yang besar ini tidak lah mencukupi. Secara teknis diperlukan sebuah mekanisme tambahan untuk mempermudah upaya penyaluran kalor tersebut ke udara. Komponen sistem pendingin yang meliputi radiator dan beberapa komponen lain adalah bagian dari mekanisme tersbeut.

Secara keseluruhan, prinsip kerja sistem pendinginan mobil meliputi pengambilan kalor pada mesin – air radiator temperatur tinggi – pendinginan air radiator – air radiator kembali ke mesin mengambil kalor.

Secara rinci dapat dibagi menjadi tiga bagian berikut.

Starting Awal Mesin dalam Kondisi Dingin

Kerja sistem pendingin pada saat sistem starter bekerja dan kondisi mesin dari keadaan dingin. Dalam kondisi ini mesin masih membutuhkan kalor untuk mencapai temperatur kerja mesin. Oleh karena itu, sistem pendingin tidak bekerja.

Air coolant radiator hanya akan bersirkulai di dalam mesin dengan bantuan pompa air tanpa melewati radiator untuk mengalami proses pendinginan air. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini terjadi dengan bantuan kerja thermostat. Komponen ini akan menutup jalur untuk masuk ke dalam radiator.

Dengan demikian, sampai temperatur kerja mesin belum tercapai air radiator hanya akan bersirkulasi di dalam water jacket. Air radiator akan menyerap panas dari bagian mesin paling panas dan membawanya keliling water jacket untuk meratakan temperatur ke seluruh bagian mesin.

Temperatur Kerja Mesin Tercapai

Thermostat akan tetap tertutup hingga temperatur kerja mesin tercapai. Teemperatur kerja mesin adalah berkisar 80 hingga 90 derajat celcius bergantung spesifikasi mesin. Sebelum temperatur ini tercapai maka sistem pendingin mesin tidak bekerja atau hanya beredar di water jacket saja.

Pada saat temperatur kerja mulai tercapai, thermostat mulai terbuka. Akibat terbukanya thermostat maka air radiator akan bergerak menuju radiator. Di radiator inilah proses pendinginan air akan berlangsung.

Untuk diketahui, mobil-mobil baru sudah menggunakan sistem elektrik pada sistem pendingin. Maka kita akan menemui thermostat elektrik yang dilengkapi dengan sensor ECT. Selain itu, kipas elektrik juga akan disertakan pada sistem ini maka dapat diatur sedemikian rupa sehingga kipas elektrik belum bekerja atau berputar pada saat temperatur baru pada posisi 80 derajat celsius.

Sebagai catatan: Jika kipas radiator menggunakan sistem mekanik, kipas radiator akan berputar bersama berputarnya poros engkol.

Temperatur Mesin Lebih dari Temperatur Kerja Mesin

Selama mesin terus bekerja maka kalor akan terus bertambah dengan arti temperatur akan terus meningkat. Sehingga pada saat tertentu, mesin akan mengalami temperatur di atas temperatur kerja mesin. Nah di sinilah sistem pendingin akan benar-benar bekerja. Perhatikan gambar di atas.

Dalam kondisi ini, kipas radiator juga akan mulai bekerja. Saat temperatur mesin di sekitar temperatur kerja mesin, kipas elektrik akan berputar. Tetapir putaran kipas dalam kondisi berputar lambat. Putaran lambat ini hanya untuk menjaga supaya mesin tetap dalam kondisi temperatur kerja normal.

Kipas listrik akan berputar medium ketika temperatur mesin melewati temperatur kerja mesin. Dengan putran medium ini, air radiator akan berada pada temperatur yang mengembalikan mesin pada temperatur normal kerjanya.

Kipas akan bekerja maksimal atau putaran tinggi ketika temperatur melewati jauh dari temperatur kerja mesin. Ini biasanya terjadi pada saat mesin bekerja berat dan putaran tinggi. Dengan kipas bekerja maksimal, air radiator akan dengan cepat melepaskan panas sehingga ketika kembali ke dalam mesin air dalam keadaan dingin kembali.

Kipas hanya akan berhenti berputar ketika temperatur mesin di bawah temperatur kerja.

(1) Comment

  1. Pingback: Sensor ECT pada Sistem Pendingin Mobil-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *