3 Jenis Sensor MAP Tipe D-EFI

Advertisements

Teknisimobil.com – Mesin EFI memiliki keunggulan karena didukung dengan banyak sensor-sensor yang ada di dalamnya. Meskipun hanya mobil dengan mesin pembakaran internal tetapi dengan dukungan sistem EFI disertai sensor-sensor tersebut, performa mesin menjadi sangat baik. Terlebih lagi tujuan untuk mewujudkan emisi gas buang bebas dari zat kimia beracun dapat tercapai dengan baik. Salah satu sensor yang mendukung kebutuhan tersebut adalah sensor MAP. Jenis sensor ini tidak hanya satu jenis tetapi terdapat beberapa. Kali ini kita akan membahas jenis sensor MAP yang sering dipakai pada sistem tipe D-EFI.

Jenis Sensor MAP Tipe D-EFI

Mesin mobil memiliki beban yang berbeda-beda pada setiap saat. Beban mesin ini memberikan kevakuman udara di dalam intake manifold berbeda-beda pula. Kevakuman udara ini memiliki tekanan yang sama dengan tekanan udara di luar – tekanan atmosfer – saat mesin mobil mati.

Tekanan udara atau kevakuman di dalam saluran masuk ini terjadi pada saat mesin hidup dan pembukaan katup pada throttle body tertutup penuh. Kondisi ini contohnya terjadi pada saat pengereman. Sebaliknya, tekanan udara tersebut semakin meningkat seiring dengan terbukanya katup pada throttle.

Contoh sensor MAP mobil Mitsubishi. Sumber: TroubleCodes.net
Advertisements

Besar kecilnya tekanan udara di dalam intake manifold tersebut diukur menggunakan sebuah sensor yang disebut sensor MAP atau manifold absolute pressure sensor. Sinyal digital yang diperoleh oleh sensor MAP dikirimkan ke ECU. Pengolahan data digital di ECU tersebut akan digunakan oleh ECU untuk mengontrol aktuator yakni injektor. Dengan ini injektor mampu bekerja sesuai dengan saat pengapian yang tepat dan juga jumlah bahan bakar yang sesuai dengan beban mesin juga.

Sensor MAP pada saat melakukan pengukuran jumlah udara yang masuk tidak dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara luar. Kerja sensor juga tidak dipengaruhi oleh komponen-komponen mekanis lain. Kemampuan ini menjadikan sensor MAP lebih baik jika dibandingkan dengan sensor MAF yang ada pada tipe L-EFI.

Berikut adalah jenis sensor MAP yang ada hingga saat ini.

Jenis Variasi Kapasitansi

Ini adalah jenis pertama. Cara kerja jenis variasi kapasitansi terjadi pada saat perubahan kevakuman di dalam intake manifold. Saat terjadi perubahan kevakuman, kapasitansi pelat kapasitor pada sensor MAP berubah. Perubahan besar kapasitansi tersebut mempengaruhi frekuensi sinyal yang dikirimkan ke ECU.

Jenis Variasi Tegangan

Jenis kedua adalah jenis variasi tegangan. Pada tipe ini sensor MAP mendapatkan tegangan listrik 5 volt dari ECU. Variasi kevakuman di dalam intake manifold akan mengakibatkan diafragma di dalam sensor berubah. Perubahan ini mengubah hambatan listrik pada rangkaian sensor sehingga mengakibatkan output tegangan berubah sebanding dengan perubahan kevakuman yang terjadi.

Jenis Variasi Induktansi

Jenis ketiga jenis variasi induktansi. Perubahan kevakuman yang terjadi mempengaruhi perubahan induktansi pada sensor MAP. Akibatnya perubahan frekuensi gelombang sinyal output sensor pun terjadi. Dan sinyal inilah yang kemudian ditangkap oleh ECU sebelum diproses lebih lanjut.

Dari ketiga jenis sensor MAP tersebut paling banyak dipakai pada mesin EFI adalah variasi tegangan. Jenis ini menggunakan piezoresistive silicon sebagai komponen utamanya yang digunakan untuk mendeteksi perubahan tekanan udara di dalam intake manifold. Tegangan sinyal keluaran berubah sesuai nilai tahanan listrik dari perubahan tekanan kevakuman. Perubahan sinyal tegangan output dapat digambarkan sebagai berikut.

Sensor jenis ini menggunakan tiga terminal untuk mendeteksi perubahan tekanan yang terjadi pada intake manifold. Tiga terminal tersebut adalah terminal tegangan input dari ECU (VC), terminal ground dari ECU (E2) dan terminal tegangan output ke ECU (PIM).

Tegangan listrik ke sensor MAP maksimal 5 volt. Tegangan ini akan sangat aman jika terjadi tegangan jatuh baterai mobil sehingga sensor tetap dapat bekerja dengan baik. Bagan kelistrikan sensor MAP dapat dilihat pada gambar di atas.

0

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *