3 Jenis Pompa Oli Mesin Mobil dan Kerjanya

Advertisements

Teknisimobil.com – Sistem pelumas pada mobil memegang peranan penting setelah sistem penting lain semisal sistem kelistrikan. Sistem ini menjaga mesin untuk tetap berfungsi dengan baik dan mencapai performa maksimal mesin. Meski sistem EFI semisal penting untuk kelancaran kerja mesin tetapi jika sistem pelumasan tidak bekerja kondisinya akan lebih fatal dari sekedar mesin tidak stabil atau lainnya. Sistem pelumasan gagal maka mesin dapat juga gagal bahkan overheat engine dapat terjadi. Sistem ini tidak lepas dari kerja pompa oli sebagai mekanisme pendorong dan pemberi tekanan pada oli untuk beredar di seluruh bagian mesin. Oleh karena itu, penting rasanya untuk membahas jenis pompa oli mesin mobil sebagai bagian dari sistem pelumasan.

Pompa oli bertugas menghisap oli dari carter oli ke seluruh bagian mesin. Pompa oli dalam bekerjanya ditopang oleh camshaft atau crankshaft atau timing belt.

Jenis Pompa Oli Mesin Mobil

Sebuah pompa yang menggunakan roda gigi terdiri dari roda gigi penggerak (drive gear) dan roda gigi yang digerakkan (driven gear). Kedua roda gigi tersebut berputar bersama-sama untuk menghisap dan mendorong oli ke seluruh bagian mesin. Sementara itu, untuk jenis lain menggunakan rotor yang digerakkan dan yang menggerakkan. Berikut adalah tiga jenis pompa oli mesin yang paling banyak dipakai pada kendaraan roda empat.

1. Jenis Roda Gigi Eksternal

Jenis pertama adalah jenis pompa oli roda gigi eksternal. Jenis pompa oli ini dapat dilihat sekilas seperti gambar berikut ini. Pada gambar tampak ada dua roda gigi yang memiliki poros berbeda.

Advertisements

Roda gigi penggerak memiliki poros yang langsung digerakkan oleh camshaft. Seperti tampak pada gambar, oli akan masuk atau terhisap saat kedua roda gigi bergerak dari arah kiri gambar. Dengan adanya gerakan berlawanan arah dari kedua roda gigi, oli akan masuk dan terdorong ke arah kanan gambar – outlet – dari roda gigi. Oli akan berhenti mengalir ketika camshaft berhenti berputar atau mesin mati.

2. Jenis Roda Gigi Internal

Jenis kedua adalah jenis roda gigi internal. Dikatakan roda gigi internal karena seporos seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Pompa oli jenis ini roda gigi penggerak berada di dalam roda gigi yang digerakkan. Sama seperti jenis roda gigi eksternal, jenis ini juga digerakkan oleh camshaft. Di antara roda gigi penggerak dan yang digerakkan terdapat ruang kosong. Ruang ini memiliki volume tetap dengan posisi yang selalu berubah-ubah bergantung dengan posisi putaran roda gigi.

Selama mesin atau camshaft berputar, oli akan terhisap dari arah suction dan akan terdorong keluar melalui arah discharge. Ini adalah sistem mekanis sehingga hanya akan bekerja apabila mesin hidup atau camshaft berputar.

3. Jenis Roda Gigi Trochoid

Jenis terakhir adalah jenis roda gigi trochoid. Jenis ini diperlihatkan seperti gambar di bawah ini. Jenis ini bekerja mirip dengan jenis roda gigi intenal hanya saja jenis ini menggunakan rotor.

Posisi poros penggerak tidak satu titik putar dengan letak poros yang rotor yang digerakkan. Pada saat rotor penggerak berputar, rotor yang digerakkan ikut berputar. Saat putaran bersama terjadi terdapat berubahan besar volume pada kondisi tertentu. Oli terhisap pada saat volume bagian suction membesar dan akan terdorong keluar pada saat volume bagian dischage mengecil.

0
Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *