3 Jenis Piston Pin Mesin Mobil Apa Saja?

Teknisimobil.com – Mesin pembakaran internal tidak sesederhana mobil dengan konsep mobil listrik yang mulai marak. Mesin jenis ini cukup rumit dan banyak sekali bagian-bagian mesin yang saling terkait satu sama lain dalam menjalankan proses kerja mesin. Salah satu yang tidak kalah penting dibanding dengan fungsi blok silinder atau kepala silinder adalah piston. Piston dalam mobil bekerja berhubungan dengan batang penghubung atau conneting rod. Nah, antara batang penghubung ini dengan piston dihubungkan dengan sebuah pin yang sering disebut dengan piston pin. Terdapat dua jenis piston pin mesin mobil yang paling sering dipakai. Kali ini kita akan membahasnya lebih jauh. Yuk, teruskan membacanya.

Sumber: MED Engineering

Jenis Piston Pin Mesin Mobil

Piston pin bertugas menghubungkan piston dengan salah satu ujung batang penghubung yakni small end. Piston pin dibuang berlubang pada bagian dalamnya. Tujuannya adalah untuk mengurangi berat dari pin piston dan tentu berat mesin secara keseluruhan. Terdapat tiga jenis piston pin yang sering dipakai pada mesin pembakaran internal.

1. Jenis Piston Pin Full Floating

Jenis pertama adalah jenis piston pin full floating. Lihat gambar di bawah paling kiri.

Jenis piston pin ini dipakai untuk kendaraan-kendaraan berat seperti truk dan lain sebagainya. Jenis ini piston pin tidak terikat pada bushing piston dan batang piston. Piston pin dapat bergerak ke kanan dan ke kiri secara bebas. Seperti ditunjukkan pada gambar di atas paling kiri, bahwa terdapat dua buah snap ring pada jenis ini. Snap ring yang memiliki dudukan pada piston ini bertugas menahan piston pin tidak terlepas dari dudukannya.

2. Jenis Piston Pin Semi-Floating

Jenis kedua adalah piston pin semi-floating seperti ditunjukkan pada gambar di atas bagian tengah. Biasanya pemasangan piston pin dilakukan dengan cara dipress. Kendaraan-kendaraan ringan banyak sekali yang menggunakan jenis ini.

3. Jenis Piston Pin Fixed

Jenis ketiga juga dipakai untuk kendaraan-kendaraan ringan. Biasanya pemasangan piston pin jenis fixed dilakukan dengan bantuan baut, tidak dipress atau pun diberi snap ring. Jenis piston pin fixed ditunjukkan pada gambar di atas sebelah paling kanan.

Pemasangan piston pin harus hati-hati sekali. Piston pin menentukan bahwa gerak lurus yang dilakukan oleh piston dapat ditransfer menjadi gerak berotasi yang dilakukan oleh poros engkol. Sehingga apabila piston pin sedikit saja macet, transfer gerak linier ke gerak rotasi menjadi bermasalah dan mesin dalam masalah besar dalam hal ini.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *