3 Jenis As Roda Belakang Mobil – Apa Saja?

Teknisimobil.com – Mekanisme chasis memang tidak sepenting mesin sebagai nyawa bagi sebuah mobil. Tetapi mekanisme ini seperti kelengkapan tangan kaki dan bagian tubuh lain pada manusia. Salah satu yang penting pada mekanisme chasis untuk membantu sebuah kendaraan dapat bergerak dengan baik adalah as roda. Oleh karena itu, kita akan melihat jenis as roda belakang pada sebuah mobil. Berikut selengkapnya.

Pada sistem penggerak roda belakang diperlukan poros penggerak yang disebut as roda belakang atau rear axle shaft. As roda belakang ini termasuk di dalam bagian sistem pemindah tenaga. Letak as roda belakang berada di antara roda gigi gardan dan roda belakang. 

Salah satu jenis as roda belakang sebuah mobil. Credit: Classic Industries

As roda belakang memilik fungsi untuk meneruskan putaran dari side gear pada gardan menuju ke roda. Konstruksi as roda belakang dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar menunjukkan sebuah kelengkapan dari as roda belakang dan keterkaitannya. (1) Differential, (2) Ring gear, (3) Dudukan poros penggerak, (4) Drive pinion atau roda gigi pinion, (5) as roda, dan (6) Flens roda.

Jenis as roda belakang mobil

Terdapat 3 jenis as roda belakang mobil didasarkan pada sistem penopang as roda. Ketiga jenis tersebut adalah tipe half floating, tipe three quarter floating, dan tipe full floating.

Tipe semi floating atau half floating – Jenis pertama adalah tipe semi floating atau half floating. Pada jenis ini, bearing dipasangkan di antara axle housing dengan as roda. Sementara itu, roda langsung dipasangkan pada ujung as roda.  Dengan demikian, as roda akan menahan setengah beban dan sisa beban lainnya akan ditahan oleh axle housing. Jenis ini banyak ditemui pada kendaraan jenis city car dan sedan.

Terdapat keuntungan dan kerugian dari jenis pertama ini. Keuntungan jenis as roda belakang ini di antranya adalah kontruksinya lebih sederhana dan biaya untuk pembuatan lebih murah. Sementara itu, kerugiannya meliputi as roda mudah bengkok karena beban kendaraan secara langsung dibebankan padanya yang sangat juga mungkin as akan patah saat beban berat.

Gambar di atas menunjukkan as roda jenis pertama, kedua, dan ketiga secara berturut-turut.

Tipe three quarter floating – Jenis as roda belakang yang kedua adlaah tipe three quarter floating. Jenis as roda ini, bearing dipasangkan di antara axle housing dengan wheel hub. Oleh karena itu, as roda secara tidak langsung memikul beban kendaraan seperempat beban dan setengah beban lainnya akan ditahan oleh axle housing. Tipe three quarter floating sering digunakan untuk kendaraan truk ringan.

Terdapat keuntungan dan kerugian dari jenis kedua as roda ini. Keuntungan konstruksi jenis ini adalah as roda relatif aman karena hanya sedikit beban yang dibebankan pada as roda. Jika terjadi as roda patah, maka beban kendaraan masih tertahan pada bearing roda. Sementara itu, kerugian dari jenis ini adalah gaya kesamping yang diberikan roda masih memungkinkan as roda bengkol.

Tipe full floating – Jenis as roda mobil yang terakhir adalah tipe full floating. Pada jenis ini, wheel hub terpasang pada as roda melalui 2 bearing. Oleh karena itu, beban kendaraan keseluruhan akan ditopang oleh axle housing dan as roda tidak memikul beban sama sekali. As roda jenis ini hanya berfungsi untuk meneruskan putaran ke roda saja.

Terdapat keuntungan dan kerugian dari jenis as roda ini. Keuntungan jenis ini adalah as roda sangat aman dari kerusakan akibat beban kendaraan dan kemungkinan gaya ke samping yang diberikan roda juga tidak terjadi. Sementara itu, kerugian terletak pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh produsen kendaraan.

(3) Comments

  1. Pingback: Bagian Sistem Pemindah Tenaga pada Mobil-Teknisimobil.com

  2. Pingback: 5 Komponen Chasis Mobil - Apa Saja?-Teknisimobil.com

  3. Pingback: 8 Komponen Utama Gardan Mobil atau Differential-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *