3 Fungsi Utama Roda Gila Mesin Mobil

Teknisimobil.com – Mesin pembakaran internal menyisakan banyak masalah ketika hanya sampai pada bagaimana mesin dapat berputar. Tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak akan berguna apa-apa kecuali kebisingan jika tidak ada sistem yang mentransfernya hingga ke roda-roda kendaraan. Belum sampai di sana, mesin juga punya masalah sendiri karena untuk mesin 4-tak terdapat empat siklus yang harus dikerjakan oleh piston. Sementara itu, siklus yang menghasilkan tenaga putar mesin hanya siklus pada langkah usaha. Tiga siklus lain tidak menghasilkan apa-apa dan hanya menggunakan tenaga sebelumnya. Ini lah awal di mana diperlukannya sebuah roda gila. Tetapi ada fungsi lain dari hanya sekedar fungsi tersebut. Oleh karena itu, kita akan membahas fungsi utama roda gila mesin mobil pada artikel kali ini.

Fungsi Utama Roda Gila Mesin

Sumber: Alfa Workshop

Berikut adalah tiga fungsi utama roda gila mesin mobil.

1. Menyimpan Tenaga Mekanik Sementara

Roda gila dipasang pada bagian belakang dari poros engkol sebuah mesin. Poros engkol akan mengubah tenaga mekanik linier menjadi tenaga mekanik gerak melingkar. Tenaga mekanik linier dari piston dihasilkan saat langkah usaha terjadi yakni saat ledakan hasil pembakaran bahan bakar dan udara di dalam ruang pembakaran. Tenaga kimiawi ini lah yang kemudian diterima oleh piston dan meneruskannya ke poros engkol.

Piston tidak hanya melakukan langkah usaha dalam siklus kerja mesin tetapi juga melakukan langkah hisap, kompresi dan langkah buang. Ketiga langkah ini tidak menghasilkan sama sekali tenaga. Sebaliknya ketiganya akan menggunakan tenaga dari langkah usaha. Jika ini benar terjadi maka mesin akan kehilangan tenaga dan mesin dapat mati. Tetapi ternyata tidak.

Di sinilah peran roda gila dimulai. Roda gila berperan menyimpan tenaga putar sementara selama proses langkah lain selain langkah usaha. Gaya inersia yang dimiliki oleh flywheel merupakan gaya yang dalam konsep inersia. Secara sederhana konsep ini adalah ketika sebuah benda bergerak maka ia akan cenderung terus bergerak atau diam jika tidak ada gaya luar yang bekerja. Oleh karena itu, salah satu alasan mengapa roda gila memiliki massa yang cukup besar. Semakin besar massa maka semakin besar benda tersebut memiliki gaya inersia. Dengan demikian, energi yang dimiliki oleh roda gila dapat digunakan untuk tiga langkah piston lain yang membutuhkan energi sehingga mesin tidak kehilangan tenaga.

2. Media Awal Menghidupkan Mesin

Fungsi kedua dari flywheel adalah sebagai media awal menghidupkan mesin. Pada bagian tepi flywheel terdapat roda gigi. Roda gigi ini dapat dilepas dan diganti jika mengalami kerusakan. Roda gigi inilah yang membantu menghidupkan mesin saat awal. Roda gigi tersebut akan diputar oleh roda gigi yang berasal dari motor starter. Roda gigi ini disebut sebagai pinion gear yang merupakan bagian dari komponen motor starter.

Ketika motor starter dihidupkan melalui rangkaian kelistrikannya, motor starter akan bekerja dan memutar pinion gear. Pinion gear kemudian bergerak maju dan berputar sehingga ring gear pada flywheel ikut berputar. Setelah mesin hidup, fungsinya menjadi terbalik karena flywheel akan menjadi pereduksi putaran pinion gear.

3. Tempat Dudukan Komponen Kopling

Fungsi ketiga adalah tempat dudukan komponen-komponen kopling mobil. Untuk mobil dengan transmisi manual, clutch cover dan clutch disc terpasang pada bagian belakang roda gila. Dipasang dengan beberapa buah baut yang cukup besar untuk menjaga ketahanan terhadap putaran yang dimiliki oleh roda gila. Bukan tanpa alasan karena keberadaan kopling sebagai pemutus dan penyambung putaran mesin dari mesin ke transmisi maka komponen kopling diletakkan tepat di belakang roda gila.

Pilot bearing pada roda gila sebuah mobil.

Selain itu, komponen transmisi yakni input shaft didudukan pada roda gila juga. Lebih tepatnya pada pilot bearing yang terdapat persis di tengah-tengah roda gila.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *