3 Fungsi Utama Baterai Mobil Apa Saja?

Teknisimobil.com – Baterai merupakan sumber daya dari keseluruhan sistem kelistrikan pada sebuah mobil. Bukan hanya untuk mobil pembakaran dalam yang memanfaatkan baterai untuk memutar motor starter saat menghidupkan mesin, tetapi mobil listrik juga malah menjadikan sumber paling utamanya. Khusus untuk baterai bagi mobil pembakaran dalam, energi listrik tersimpan di dalam baterai melalui proses elektro kimia. Dalam baterai sendiri terjadi proses kimia yang kemudian akan menghasilkan listrik. Listrik dari proses kimia inilah yang digunakan untuk mengaktifkan semua sistem kelistrikan dalam mobil. Di samping itu, pada saat mobil telah hidup akan terjadi proses terbalik yakni tenaga listrik menjadi proses kimia. Proses ini terjadi pada saat sistem pengisian baterai berlangsung melalui alternator. Tetapi apa sebenarnya fungsi utama baterai pada mobil? Kita akan bahas dalam artikel ini.

Arus listrik yang dihasilkan dari baterai mobil – juga baterai kendaraan dengan mesin internal lain – adalah arus listrik DC atau arus listrik searah. Arus listrik ini memiliki tegangan sebesar 12 volt.

Salah satu baterai yang terpasang pada sebuah kendaraan.

Konstruksi Baterai

Konstruksi sebuah baterai mobil. Sumber : Bill Tyson’s Auto Repair

Pada gambar di atas ditunjukkan sebuah kotak baterai basah. Terdapat beberapa bagian yang ditunjukkan di sana. Tetapi, secara umum baterai basah terdiri dari beberapa komponen lebih sedikit saja. Berikut adalah komponen pada sebuah baterai.

Pertama – Kotak baterai. Bagian ini memiliki fungsi sebagai tempat beberapa komponen lain termasuk juga di dalamnya terdapat elektrolit. Ruang pada kotak baterai terbagi menjadi beberapa ruang berdasarkan jumlah sel baterai. Untuk mengetahui jumlah elektrolit yang ada di dalam setiap sel, biasanya pada kotak baterai dilengkapi dengan petunjuk jumlah elektrolit. Tulisan yang tertera pada kotak baterai adalah Upper Level dan Lower Level.

Kedua – Elektrolit. Elektrolit baterai memiliki rumus kimia H2SO4. Ini adalah campuran antara asam sulfat dan air dengan perbandingan 60:40. Dengan rasio tersebut, elektrolit akan menghasilkan berat jenis yang lebih tinggi dari air yakni 1,27. Nilai ini sangat memengaruhi kualitas baterai. Tetapi tidak usah khawatir, kita dapat selalu memeriksa berat jenis elektrolit baterai dengan menggunakan hydrometer.

Ketiga – Separator. Komponen berikutnya adalah penyekat atau disebut separator. Berdasarkan namanya seperator digunakan untuk memisahkan setiap sel yang ada di dalam kotak baterai.

Keempat – Sel. Komponen berikutnya adalah sel baterai. Satu baterai dengan baterai lain memiliki jumlah sel yang berbeda. Ini sesuai dengan kebutuhan pembuatan baterai itu sendiri. Untuk mobil biasanya terdapat 6 buah sel baterai. Dalam setiap sel baterai akan menghasilkan sekitar 2,1 volt. Penyusunan secara seri sel baterai kemudian akan menjadikan tegangan baterai sebesar 12,6 volt dengan 6 buah sel tersebut. Dalam setiap sel terdapat pelat positif dan negatif yang terbuat dari timbal berpori. Perbedaan dari kedua pelat adalah untuk positif menggunakan timbal dioksida dan untuk negatif menggunakan timbal murni.

Kelima – Tutup baterai. Komponen utama terakhir adalah tutup baterai. Pada tutup baterai terdapat ventilasi untuk mencegah kotak baterai menggelembung akibat gas hidrogen dari proses kimia di dalam baterai tidak dapat keluar.

Fungsi Utama Baterai Mobil

Baterai mobil memang secara umum memiliki fungsi sebagai sumber tenaga pertama/utama mobil. Tetapi secara khusus apa fungsinya? Berikut adalah fungsi utama baterai mobil.

Pertama – Fungsi pertama adalah pada saat mesin mobil dalam keadaan mati. Dalam kondisi mesin mati baterai memiliki fungsi sentral untuk semua sistem kelistrikan mobil. Sistem kelistrikan seperti lampu-lampu indikator pada dashboard, lampu sein, klakson, lampu kota, lampu kepala, dan hampir semua sistem kelistrikan.

Kedua – Fungsi kedua adalah pada saat menghidupkan mesin yakni saat sistem kelistrikan motor starter diaktifkan. Baterai akan menyuplai seluruh tenaga ke motor starter hingga mesin mobil dapat bekerja.

Ketiga – Fungsi ketiga dan terakhir adalah pada saat mesin mobil dalam keadaan hidup. Dalam kondisi mobil normal, daya baterai akan tergantikan oleh sistem pengisian – alternator – untuk menyuplai seluruh sistem kelistrikan mobil. Tetapi bukan berarti baterai tidak memiliki peran apapun saat mesin hidup. Baterai memiliki peran untuk menstabilkan tegangan alternator. Selain itu, baterai juga harus menerima pengisian kembali tenaga setelah banyak dipakai saat proses menghidupkan mesin. Pengisian ini juga dilakukan oleh alternator.

Dengan tiga fungsi utama ini lah sebuah baterai memiliki peran yang sangat penting meski bukan mobil listrik yang memang benar-benar bergantung pada keberadaan baterai dalam mobilisasinya.