3 Fungsi Utama Batang Piston dan Konstruksinya

Teknisimobil.com – Mesin pembakaran internal sangat tergantung pada proses siklus kerja mesin. Komponen-komponen utama mesin seperti piston berperan sekali dalam siklus kerja mesin tersebut. Piston akan menerima energi hasil pembakaran bahan bakar dan udara di dalam ruang bakar. Dalam kondisi ini piston melakukan langkah usaha dengan bergerak dari TMA menuju TMB. Gerakan naik turun piston ini dibantu oleh komponen mesin yang lain yang disebut batang piston atau connecting rod. Piston tidak akan dapat bergerak naik dan turun tanpa adanya batang piston. Lalu apa sebenarnya batang piston itu? Dan apa juga fungsi utama batang piston bagi sebuah mesin pembakaran internal?

Konstruksi Batang Piston

Yang paling menonjol dari konstruksi batang piston adalah posisi ujung-ujung batang piston. Salah satu ujungnya disebut dengan small end dan ujung lainnya adalah big end. Small end berada pada bagian ujung atas. Pada bagian ini akan terhubung langsung dengan piston melalui piston pin.

Sementara itu big end terdapat pada ujung bagian bawah. Bagian ini terhubung langsung dengan poros engkol. Lebih tepatnya poros engkol pada bagian crankpin. Pada saat mesin beroperasi, crank pin akan berputar di dalam big end. Putaran tinggi ini akan menimbulkan gesekan dan temperatur tinggi. Oleh karena itu diperlukan bearing atau bantalan luncur yang dilumasi oleh oli melalui sistem pelumasan.

Pelumasan yang dilakukan oli mesin akan melalui lubang oli yang terdapat di poros engkol dan di batang piston. Lubang oli tersebut dibuat khusus untuk dapat mengaliri bagian bergesekan hingga ke piston dan dinding silinder. Konsekuensinya, pemasangan batang piston dan bantalan luncur harus mengikuti tanda yang telah ditetapkan oleh pabrikan mesin. Jika tidak maka lubang oli akan tertutupi dan oli tidak dapat melumasi permukaan bergesekan di sepanjang jalur tersebut.

Batang piston dirancang menyesuaikan model mesin yang akan dibuat. Apakah mesin akan diperuntukkan bagi mobil dengan kecepatan tinggi atau untuk menghasilkan torsi yang besar. Panjang pendeknya batang piston akan berpengaruh terhadap besar kecilnya langkah piston. Semakin panjang batang piston akan semakin besar langkah piston dan sebaliknya semakin pendek batang piston semakin pendek juga langkah piston.

Gambar berikut menunjukkan model mesin berdasarkan panjang langkah piston dan panjang langkah batang piston.

Model mesin yang ditunjukkan pada gambar di atas jelas sekali perbedaannya. Untuk model long stroke, panjang langkah piston lebih besar dibandingkan dengan diameter silinder. Untuk model kedua yakni model square, langkah piston sama besar dengan diameter piston. Sementara itu model ketiga yakni short-stroke langkah piston lebih kecil dibandingkan dengan diameter silinder.

Fungsi Utama Batang Piston

Berikut adalah tiga fungsi utama batang piston.

Sumber: Shutterstock

Pertama – Fungsi pertama adalah menghubungkan piston denganĀ poros engkol (crankshaft). Dengan terhubungnya piston dan poros engkol, tenaga yang dihasilkan saat proses pembakaran di dalam ruang pembakaran dapat diteruskan ke hingga ke roda melalui sistem penggerak.

Kedua – Fungsi kedua adalah sebagai pendukung piston agar dapat bergerak naik turun di dalam silinder. Piston akan melakukan siklus mesin 4-tak selama mesin hidup. Dalam melakukan tugasnya ini, piston akan didukung oleh ring piston dan terutama batang piston.

Ketiga – Fungsi ketiga adalah mengubah gerak linier – naik turun – yang dilakukan oleh piston ke gerak rotasi yang dilakukan oleh poros engkol. Dan tentu saja sebagai jalan untuk energi mekanik menjalar dari piston ke poros engkol.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *