3 Cara Memeriksa Release Bearing Kopling Mobil

Teknisimobil.com – Untuk mobil selain mobil listrik, mobil pembakaran dalam salah satu bagian penting adalah kopling. Kopling sebagai pemisah putaran mesin dan transmisi sebelum dilanjutkan ke sistem penggerak tenaga haruslah memiliki kemampuan yang baik dalam kerjanya. Beberapa komponen kopling salah satunya adalah release bearing. Release bearing merupakan salah satu yang menyebabkan sebuah mobil susah untuk pindah gigi transmisi. Ini masuk dalam gejala utama sebuah kopling mobil rusak. Ketika release bearing ternyata salah satu bagian yang dicugai sebagai komponen yang rusak, maka perlu dilakukan pemeriksaan. So, bagaimana cara memeriksa release bearing kopling sebuah mobil? Berikut adalah penjelasannya.

Sumber gambar: forums.justcommodores.com.au

Release bearing atau sering juta disebut dengan bantalan pembebas secara khusus merupakan bagian dari sistem kopling manual pada sebuah mobil. Kopling akan terganggu jika fungsi release bearing tidak benar. Bahkan sangat mungkin kopling tidak dapat bekerja sama sekali.

Dalam melakukan tugasnya yakni meneruskan tekanan dari release fork ke clucth cover, release bearing harus secara lembut mengikuti putaran mesin. Oleh karena itu, kondisi release bearing baik itu selah kekocakan, putaran bola-bola bearing perlu sekali diperhatikan.

Untuk diperlukan pemeriksaan secara detil agar pada saat pemasangan kembali sistem kopling dapat berhasil dengan baik. Berikut adalah cara pemeriksaan tersebut.

Cara Memeriksa Release Bearing Kopling

Pertama – Periksa secara visual. Pemeriksaan pertama adalah dilakukan secara visual atau diperhatikan dengan mata telanjang. Ada beberapa kemungkinan dari hasil pemeriksaan ini jika memang ada yakni, release bearing terbakar, ada keretakan, terdapat keausan dan beberapa yang lain.

Jika pemeriksaan visual didapati seperti gambar di atas, maka sudah pasti release bearing harus diganti dengan yang baru.

Jika bearing mengalami kondisi-kondisi tersebut di atas, maka sudah seharusnya bearing diganti dengan yang baru. Tetapi jika tidak, silahkan lanjutkan ke pemerikasaan selanjutnya.

Kedua – Periksa bola-bola bearing. Perhatikan gambar berikut ini.

Pemeriksaan bola-bola release bearing.

Setelah melakukan pemeriksaan visual dan tidak didapati masalah yang berarti, maka kita harus melakukan pemeriksaan berikutnya yakni memeriksa bola-bola release bearing. Gambar di atas menunjukkan caranya. Putar release dengan memberi sedikit tekanan ke arah dalam dan luar bearing secara berlawanan. Rasakan putaran yang dilakukan. Apabila putaran release bearing terlalu kasar atau ada tahanan atau bahkan macet saat diputar, maka dapat dipastikan bearing mengalami kerusakan.

Kerusakan ini hanya tidak dapat diperbaiki dan release bearing harus diganti.

Jika kondisi ini terjadi maka masalahnya sampai di sini. Tetapi jika ternyata putaran bearing lancar dan tidak ada tanda-tanda kerusakan, maka perlu dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

Ketiga – Periksa kekocakan bearing. Untuk melakukannya perhatikan terlebih dahulu gambar berikut ini.

Gambar di atas menunjukkan cara memeriksa kekocakan release bearing. Caranya cukup sederhana yakni dengan menahan hub dan case kemudian gerakkan ke arah empat arah mata angin. Tujuan dari pemeriksanaan ini adalah memastikan self-centering system pada bearing bekerja dengan baik. Jika ditemui release bearing kocak secara berlebihan maka Anda harus mengganti release bearing.

Itu tadi cara memeriksa release bearing. Banyak sekali yang dapat dialami oleh kopling bahkan tanda-tanda kerusakannya pun tiap komponen berbeda-beda. Kerusakan release bearing juga ditandai oleh beberapa hal. Tanda kerusakan release bearing pada kopling dapat dirasakan bahkan pada saat sedang mengemudi.

(1) Comment

  1. Pingback: 4 Tanda Input Shaft Bearing Transmisi Rusak-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *