2 Jenis Rem Cakram pada Mobil

Teknisimobil.com – Sistem keselematan meliputi berbagai macam sistem seperti safety belt, air bag system, dan beberapa yang lain. Sistem rem yang saat ini paling sering dilengkapi dengan sistem ABS juga pastilah bagian dari ini. Rem mobil dinominasi oleh jenis rem tromol (drum) dan rem cakram. Mobil-mobil untuk penumpang dan sport cenderung menggunakan rem cakram. Sementara itu, rem tromol paling banyak digunakan untuk mobil-mobil angkutan sedang hingga berat. Kali ini, kita akan membahas jenis rem cakram yang dipakai pada mobil-mobil penumpang dan sport.

Terdapat perbedaan alasan antara menggunakan rem tromol dan rem cakram yang sering digunakan pada mobil meski fungsinya sama. Tentu saja komponen adalah paling mudah digunakan sebagai pembedanya. Rem cakram, komponen rem secara umum sama, memiliki komponen utama yakni kaliper, cakram, dan disc pad. Nah, dari komponen rem cakram inilah juga rem cakram mobil dibedakan yakni melalui jenis kaliper yang digunakannya.

(Credit: LiveAbout)

Jenis Rem Cakram pada Mobil

Setiap jenis rem termasuk rem cakram memiliki fungsi sama yakni memberikan gaya gesek lebih pada roda sedemikian rupa sehingga mobil dapat melambat dan bahkan berhenti. Rem cakram dalam melakukan kerjanya, dibedakan berdasarkan jenis kaliper yang digunakan. Jenis pertama yakni rem cakram dengan kaliper tetap dan kedua kaliper mengapung. Berikut adalah uraian lengkapnya.

Kaliper Tetap

Gambar penampang untuk jenis rem cakram dengan kaliper tetap.

Perhatikan gambar di atas. Gambar di atas menunjukkan sistem rem cakram dengan kaliper tetap (fixed caliper.

Dalam sistem rem jenis ini terdapat dua buah kaliper. Masing-masing kaliper memiliki satu piston di dalamnya. Kedua piston ini akan menerima tekanan hidrolik yang berasal dari master silinder rem. Minyak rem di dalam reservoir akan turun sesaat setelah pedal rem ditekan untuk memberikan tekanan hidrolik tersebut. Tekanan hidrolik akan terbagi ke dua arah yakni ke kaliper kanan dan kiri (lihat gambar) yang kemudian menekan piston. Piston yang mengalami tekanan ini kemudian menuskan gaya tekan tersebut ke brake pads atau kanvas rem sehingga terjadi pengereman.

Brake pads akan menghentikan tekanan terhadap disc brake sesaat setelah pedal rem dilepas dan mobil terbebas dari pengereman. Kondisi ini menyebabkan minyak rem akan kembali ke reservoir tank dan tekanan sistem hidrolik kembali normal (tidak ada tekanan).

Jenis rem cakram ini sangat cocok untuk mobil-mobil yang membutuhkan pengereman responsif, terutama mobil dengan kecepatan tinggi. Ini karena brake pads akan segera terlepas dari mencengkeram brake disc setelah pedal rem terlepas.

Satu-satunya kelemahan dari rem ini – jika dapat disebut kelemahan – adalah konstruksi yang kompak. Dengan dua silinder, tentu saja, mengakibatkan konstruksi rem yang cukup kompak dan penanganan saat terjadi masalah cukup rumit dan banyak yang dikerjakan.

Kaliper Mengapung atau Bebas

Gambar penampang untuk jenis rem cakram dengan kaliper mengapung atau bebas atau kaliper luncur.

Perhatikan gambar di atas. Gambar menunjukkan penampang rem cakram dengan jenis kaliper mengapung. Jenis ini juga sering dikenal dengan jenis kaliper bebas atau keliper luncur.

Jenis ini berbeda dengan jenis yang pertama. Perbedaan yang sangat jelas adalah pada jumlah kaliper dan pistonnya tentu saja. Jenis ini hanya menggunakan satu kaliper dengan satu piston saja. Oleh karena itu, tekanan hidrolik dari master silinder tidak terbagi dua seperti pada jenis pertama.

Tekanan piston diperoleh pada saat tekanan hidrolik yang dimiliki oleh minyak rem dari master silinder. Ini terjadi sesaat setelah pedal rem mobil ditekan. Tekanan piston kemudian akan menekan brake pads yang ada di sisi piston dan menekan brake disc. Tekanan ini mengakibatkan kaliper bergeser berlawanan arah tekanan piston (lihat gambar). Pergeseran kaliper menyebabkan tekanan pada brake pads sisi yang lain dan dilanjutkan dengan menekan disc brake. Akibatnya, kedua sisi disc brake tertekan dari kedua arah oleh brake pads sehingga terjadilah pengereman.

Pengereman akan berhenti sesaat setelah pedal rem dilepaskan diikuti dengan pelepasan tekanan secara bergantian dari pads yang paling akhir melakukan tekanan.

Ada kelamahan yang tampak dari jenis rem cakram ini. Kelemahannya adalah tekanan brake pads yang tidak serentak menekan disc brake. Meski jeda waktu beda tekanan pads pada disc brake tidak terlalu besar tetapi untuk mobil-mobil dengan kecepatan tinggi dan membutuhkan pengereman yang instan, jeda waktu tersebut sangatlah berarti. Terlebih lagi apabila sistem floating caliper tidak baik, maka pengereman dapat dipastikan gagal. Berbeda dengan jenis yang pertama, jika silinder satu macet silinder yang lain masih dapat bekerja untuk melakukan pengereman pada mobil.

Keuntungannya adalah konstruksi jenis ini sangatlah sederhana. Dan tentu saja lebih murah dibandingkan dengan jenis pertama. Oleh karena itu, hampir dapat kita temui jenis ini pada mobil-mobil penumpang yang beredar di negara kita.

(1) Comment

  1. Pingback: DOT 3 VS DOT 4; Mana yang Lebih Baik?-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *