Advertisements
Menu
Life is about sharing

2 Cara Pengetesan Motor Starter yang Standar Pabrikan

Motor Starter konvensional
Motor Starter konvensional.

 

Teknisimobil.com – Salam teknisi mobil, apa kabarnya semua di mana pun berada. Semoga semua dalam keadaan sehat dan dapat beraktivitas penuh hari ini. Untuk menemani aktivitas, kali ini saya akan menyampaikan 2 cara pengetesan motor starter yang standar pabrikan. Bagi praktisi lama ini tentu sudah biasa. Tetapi bagi adik-adik yang baru belajar saya pikir ini penting. Berikut uraian selengkapnya.

Daftar Isi

2 Cara Pengetesan Motor Starter

Motor starter adalah salah satu bagian penting dari sistem kelistrikan mobil. Memiliki peran vital pada saat langkah awal menghidupkan mesin yakni menggantikan mekanisme engkol mekanik. Motor starter menggunakan prinsip kerja kelistrikan yang menggunakan arus listrik untuk daya utamanya. Arus listrik yang digunakan adalah arus listrik DC yang berasal dari baterai mobil.
Motor starter memiliki beberapa tipe. Salah satu yang paling banyak dipakai adalah tipe motor starter konvensional. Untuk tipe ini pengetesan standar motor starter ada dua cara yakni pengetesan kerja motor dan switch magnet.

Pengetesan Kerja Motor Starter

Set-lah terminal-terminal pada motor starter dengan baterai seperti ditunjukkan pada gambar. Terminal positif baterai ke terminal positif ampere meter kemudian negatif ampere meter ke terminal 30 motor starter. Terminal negatif baterai ke body motor starter.

Sekarang, silahkan hubungkan terminal 30 ke terminal 50 motor starter seperti pada gambar berikut ini. Jika motor starter berputar dengan halus dengan pinion bergerak ke luar maka motor starter baik. Tetapi, harus dipastikan bahwa arus yang digunakan kecil (kurang dari spesifikasi). Spesifikasi arus 0,6 kw kurang dari 55 Ampere pada 11 Volt atau 0,8 kw kurang dari 50 Ampere pada 11 Volt.

Pengetesan Switch Nagnet

Selanjutnya, pemeriksaan untuk switch magnet. Lakukan pemeriksaan dalam waktu yang sangat singkat kurang lebih 3 sampai 5 detik. Tujuannya adalah guna mencegah kumparan terbakar. Untuk pemeriksaan switch magnet maka terminal C pada motor starter ke field coil harus dilepas.
Hubungkan switch magnet dengan baterai seperti tampak pada gambar berikut. Terminal negatif baterai dihubungkan ke body starter dan terminal C. Terminal positif baterai dihubungkan ke terminal 50. Jika pinion bergerak ke luar maka pull in coil dalam keadaan baik.

Selanjutnya, lepaskan kabel yang menuju ke terminal C. Pada saat terminal C terlepas, pinion harus tetap menonjol keluar yang berarti magnetic switch dalam kondisi baik.

Selanjutnya, lepaskan kabel yang menuju ke massa atau body motor starter. Saat massa terlepas, pinion harus dapat kembali dengan segera yang menandakan magnetic switch dalam kondisi baik.

Untuk menghindari kesalahan, sebaiknya melakukan pengetesan motor strater secara bertahap. Silahkan baca kembali urutan pengetesan yang telah saya uraikan. Tentu harus memperhatikan langkah dan spesifikasi yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *