10 Komponen Utama Common Rail Mesin Diesel

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan sudah siap pada bengkelnya masing-masing untuk memulai pekerjaannya. Untuk para konsumen setia, monggo yang mau service para teknisi sudah siap untuk membantu menyelesaikan masalah mobil Anda. Untuk menemani awal pekerjaan para teknisi semua, kali ini saya akan membahas tentang 10 komponen utama common rail mesin berbahan bakar solar ini. Berikut adalah uraian selengkapnya.

Teknologi common rail pada mesin injeksi solar adalah teknologi paling muktahir saat ini. Perbandingan mesin injeksi konvensional vs TDI vs common rail sangat jelas berbeda satu sama lain. Perbedaan itu bukan hanya dalam prinsip yang ada pada ketiganya tetapi juga termasuk pada komponen-komponen tertentu seperti sensor dan ECU pada teknologi terbaru ini.

10 Komponen Utama Common Rail Mesin Diesel

Komponen Utama Common Rail Mesin Diesel

Komponen Utama Common Rail Mesin Diesel

Untuk mengenal lebih jauh teknologi common rail, berikut saya sampaikan komponen utamanya.

Pertama – Tangki bahan bakar. Komponen ini adalah komponen pertama dari sistem common rail. Berfungsi untuk menampung bahan bakar solar. Tentu saja tidak hanya pada common rail tetapi juga pada tipe mesin injeksi lainnya juga ada tangki bahan bakar.

Kedua – Pre Filter. Komponen kedua adalah pre filter. Seperti namanya, filter bahan bakar solar ini terletak sebelum pompa injeksi. Fungsinya jelas untuk menyaring kotoran agar tidak ikut masuk ke dalam supply pump pada mesin.

Ketiga – Supply Pump. Komponen berikutnya adalah supply pump atau pompa penyalur. Memiliki fungsi untuk menyalurkan atau mengalirkan bahan bakar solar dari tangki bahan bakar ke pompo tekanan tinggi atau high pressure pump. Supply pump pada common rail berbeda dengan injeksi konvensional. Pada common rail pompa ini berupa pompa elektrik seperti halnya pada mesin injeksi bensin.

Keempat – Low Pressure Fuel Line. Komponen keempat adalah low pressure fuel line atau selang bahan bakar tekanan rendah. Fungsi dari selang bahan bakar ini adalah untuk menghubungkan aliran bahan bakar dari dan atau ke masing-masing komponen sistem bahan bakar.

Kelima – Fuel Filter dan Water Sedimenter. Komponen berikutnya adalah fuel filter (saringan bahan bakar) dan water sedimenter (pemisah air). Fungsi dari fuel filter adalah untuk menyaring bahan bakar yang akan masuk ke pompa tekanan tinggi (high pressure pump). Sebenarnya fungsinya mirip dengan pre filter, tetapi mempunyai ukuran lubang penyaring lebih kecil. Sehingga fuel filter mampu menyaring kotoran yang jauh lebih kecil yang tidak mampu tersaring oleh pre fuel. Pada fuel filter ada sebuah pemisah air dari bahan bakar solar yang menggunakan prinsip perbedaan massa jenis fluida.

Selanjutnya!!!

Keenam – High Pressure Pump. Komponen keenam adalah pompa tekanan tinggi atau high pressure pump. Pompa ini memiliki fungsi untuk menaikkan tekanan bahan bakar solar sehingga memiliki tekanan tinggi. Dengan bahan bakar tekanan tinggi ini maka akan dapat diinjeksikan ke dalam ruang pembakaran oleh nozzle. Pompa ini akan bekerja secara kontinyu selama mesin hidup.

Ketujuh – High Pressure Fuel Line. Komponen ketujuh adalah selang bahan bakar tekanan tinggi atau high pressure fuel line. Komponen ini memiliki fungsi untuk menghubungkan bahan bakar solar dari pompa tekanan tinggi ke common rail.

Kedelapan – Common Rail. Komponen berikutnya adalah common rail. Common rail yang terpakai untuk nama teknologi terbaru mesin injeksi ini memiliki fungsi menyalurkan bahan bakar solar dari selang bahan bakar tekanan tinggi ke masing-masing nozzle atau injektor.

Kesembilan – Nozzle atau Injektor. Komponen kesembilan adalah nozzle atau ada yang menyebutnya injektor. Nozzle bertugas menginjeksikan bahan bakar solar ke dalam ruang pembakaran. Bentuk penginjeksiannya adalah berupa kabut. Injektor atau nozzle akan bekerja saat mendapatkan perintah dari ECU yang berupa sinyal listrik untuk ON berarti terbuka atau menyemprotkan bahan bakar dan OFF atau tertutup atau tidak menyemprotkan bahan bakar.

Kesepuluh – Fuel Pressure Limitter Valve. Komponen terakhir adalah fuel pressure limitter valve atau katup pembatas tekanan bahan bakar. Komponen ini berfungsi membatasi tekanan bahan bakar solar yang berada pada common rail. Yakni dengan cara mengalirkan sebagian bahan bakar dari common rail ke saluran bahan bakar bertekanan rendah. Mengapa harus ada pembatasan tekanan? Saat kendaraan dalam kondisi rpm tinggi kemudian kita melepas pedal gas maka yang terjadi adalah deselerasi. Dalam kondisi ini pompa bahan bakar akan terus memompa bahan bakar solar sedangkan mesin sedang deselarasi artinya nozzle tidak terbuka. Tekanan bahan bakar tentu saja akan terus meningkat pada saat ini. Inilah mengapa tekanan harus ada pembatasnya. Jika tekanan dibiarkan tetap tinggi tidak terbatasi maka akan memudahkan komponen sistem bahan bakar rusak. Setidaknya nozzle akan mudah rusak akibat tekanan ini. Oleh karena itu, dalam bagian utama teknologi common rail terdapat komponen ini.

(1) Comment

  1. Pingback: 7 Sensor pada Common Rail + ECU-Teknisimobil.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *