Radiator Pecah Akibat Oli Mesin Kok Bisa?

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Radiator Pecah Akibat Oli Mesin Kok Bisa? Berikut bahasan selengkapnya.

Radiator Pecah Akibat Oli Mesin Kok Bisa?

Sebelum kita membahas tentang alasan radiator pecah akibat oli mesin, mari kita simak video berikut ini;

Kasus ini bermula saat mobil Mitsubishi Outlander Sport PX milik salah satu customer bengkel kami TM Garage – Bengkel Mobil Injeksi dan Diesel mengalami overheat saat perjalanan pulang ke Jogja. Untungnya owner menyadari dari awal mula terjadinya overheat engine. Dan setiap kali temperatur naik, mobil berhenti dan air radiator diisi hingga penuh dan jalan kembali. Kondisi tersebut terjadi lebih dari 5 kali untuk perjalanan menempuh jarak kisaran 10 km.

Sesampainya di Jogja, owner memeriksa lebih teliti dan ternyata ada rembesan deras dari radiator bagian kanan. Setelah dibawa ke TM Garage, saya periksa lebih jauh dan ternyata mobil mengalami pecah radiator di upper (right side) tank dari radiator. Tampak retakan memanjang dan beberapa retakan di sekitar retakan utama. Dari retakan utama mengalir air sedemikian rupa sehingga ketika diisi ulang air radiator, tidak lama kemudian air radiator akan habis kembali.

Solusi dari pecah radiator tersebut jelas cukup mengganti upper tank atau menggantinya dengan radiator baru. Dan masalah selesai sampai di sini. Tetapi apa yang menjadi penyebab keretakan upper tank tersebut? Nah, ini yang harus diselidiki lebih lanjut.

Penyebab Radiator Pecah Akibat Oli Mesin

Penyelidikan saya mulai dari mulai kebocoran air radiator. Tidak ada kerusakan dari sistem pendingin selain kerusakan radiator tersebut. Selanjutnya kecurigaan dari thermostat, tetapi karena umur mobil yang relatif baru – kurang dari 10 tahun – maka kemungkinan ini sangat kecil sekali. Sampai di kondisi ini maka tidak ada masalah yang serius yang saya dapat.

Akan tetapi penyebab kemudian ketemu pada saat pengecekan oli. Tahap ini saya mulai dengan mengecek oli mesin melalui stick pengecekan oli. Dari saat menarik stick oli, sudah tampak jelas bahwa oli berubah menjadi lumpur oli. Dan ini adalah masalah yang besar dan penyebab pun ketemu yakni oli mesin. Oli mesin yang berubah menjadi lumpur menyebabkan radiator pecah atau rusak.

Oli mesin yang berubah menjadi lumpur berarti tidak dapat menyerap panas dari mesin dengan baik. Panas kemudian harus ditanggung oleh air radiator sendiri. Padahal titik buka thermostat untuk Outlander Sport di atas 100 derajat celsius. Ini jelas akan menyebabkan temperatur mesin naik dan begitu pun temperatur coolant radiator naik.

Kenaikan coolant radiator yang mencapai batas maksimum yang mampu ditahan oleh radiator menyebabkan bagian terlemah radiator akan mengalami masalah. Upper tank atau right side tank radiator adalah yang palin rawan. Bagian ini terbuat dari plastik keras. Akan tetapi bagian ini juga yang menerima panas paling pertama dari mesin sebelum masuk ke pipa-pipa radiator untuk proses pendinginan. Untuk waktu yang singkat mungkin bagian ini akan tahan tetapi untuk waktu yang lama jelas tidak mungkin tahan. Oleh karena itu, pada titik tertentu, kerusakan upper tank terjadi pada mobil.

Masalah Lumpur Oli

Lumpur oli atau sludge oil terjadi karena beberapa hal. Yang paling sering menjadi penyebab adalah keterlambatan penggantian oli mesin dan oli mesin yang dipakai adalah oli palsu alias oli bekas yang dijernihkan.

Oli dalam kondisi tersebut tidak mampu lagi melapisi komponen mesin yang bergerak. Selain itu, karena oli terus menerus tekena panas mesin maka lama kelamaan akan berubah materialnya sehingga akan menjadi lumpur. Untuk pembahasan lebih lanjut silahkan simak video berikut ini;

Kesimpulan

  1. Untuk menghindari masalah serius, perhatikan selalu indikator temperatur saat dalam perjalanan.
  2. Perhatikan waktu penggantian oli dan pastikan oli bagus atau asli.