• TM Garage Jalan Cangkringan, Selorejo, Wukirsari, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY
Perbedaan Tekanan Kompresi Rocky vs Ayla

Perbedaan Tekanan Kompresi Rocky vs Ayla

May 8, 2021 | Berita |

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Perbedaan Tekanan Kompresi Rocky vs Ayla. Berikut bahasan selengkapnya.

Perbedaan Tekanan Kompresi Rocky vs Ayla

Pada akhir bulan April, Daihatsu mengeluarkan produk mereka yakni Daihatsu Rocky. Daihatsu Rocky meluncur dengan mesin 1.000 cc 3 silinder in-line dengan turbocharger berkode 1KR-VET.

Yang menarik adalah mesin ini sama dengan kapasitas mesin Daihatsu Ayla. Keduanya memiliki kapasitas mesin 1.000 cc dari mesin keluarga 1KR, mesin Daihatsu Rocky 1KR-VET dan Daihatsu Ayla 1.0 1KR-VE.

Penambahan huruf T pada kode mesin Daihatsu Rocky sepertinya menunjukkan bahwa perbedaan pada kedua mesin adalah menggunakan turbocharger.

Keberdaan turbocharger nyatanya berdampak besar pada daya yang Daihatsu Rocky miliki. Mesin Daihatsu Rocky mampu menghasilkan daya sebesar 98 daya kuda sedang Daihatsu Ayla 1.0 hanya 67 daya kuda.

Hal ini berarti, keberadaan turbocharger pada mesinĀ  1KR-VET mampu menambah daya sebesar 31 daya kuda dari mesin dasar. Hal ini wajar karena memang turbocharger secara teori mampu meningkatkan daya di atas 25% dari tenaga dasar, seperti dijelaskan pada video berikut ini;

Akan tetapi, penambahan turbocharger membuat mesin 1KR-VET Raize memiliki kompresi yang lebih rendah dari mesin 1KR-VE milik Ayla. Rasio atau perbandingan kompresi Daihatsu Rocky 9,5:1 sedangkan Daihatsu Ayla 1.0 memiliki rasio kompresi 11,1:1.

Perbedaan tekanan kompresi tersebut akibat pemasangan dari turbocharger. Tujuannya adalah untuk menjaga durabilitas mesin 1KR-VET.

Udara yang masuk ke dalam ruang bakar akibat tekanan turbocharger sangat besar tekanannya. Hal ini mengakibatkan tenanan udara dan bahan bakar sudah cukup tinggi bahkan sebelum piston melakukan langkah kompresi. Jika rasio kompresi dibuat tetap besar (tidak disesuaikan dengan turbocharger) maka mesin akanĀ  mengalami knocking setiap saat. Inilah mengapa harus ada penyesuaian besar rasio kompresi saat turbocharger dipasang pada sebuah mobil.

Lebih lanjut tentang rasio kompresi dan cara menghitungnya, perhatikan video berikut ini;

Related Post

Honda Wonder 20an Juta Masih Lumayan!
Terbit : 10 June 2021

Honda Wonder 20an Juta Masih Lumayan!

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada...
Filter Udara Aftermarket Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Sudah Ada
Terbit : 11 May 2021

Filter Udara Aftermarket Toyota Raize dan Daihatsu Rocky Sudah Ada

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada...