Perbedaan Tekanan Kompresi Raize vs Agya

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Perbedaan Tekanan Kompresi Raize vs Agya. Berikut bahasan selengkapnya.

Perbedaan Tekanan Kompresi Raize vs Agya

Pada akhir bulan April, PT Toyota Astra Motors mengeluarkan produk mereka yakni Toyota Raize. Toyota Raize meluncur dengan mesin 1.000 cc 3 silinder in-line dengan turbocharger berkode 1KR-VET.

Yang menarik adalah mesin ini sama dengan kapasitas mesin Toyota Agya. Keduanya memiliki kapasitas mesin 1.000 cc dari mesin keluarga 1KR, mesin Toyota Raize 1KR-VET dan Toyota Agya 1.0 1KR-VE.

Penambahan huruf T pada kode mesin Toyota Raize sepertinya menunjukkan bahwa perbedaan pada kedua mesin adalah menggunakan turbocharger.

Keberdaan turbocharger nyatanya berdampak besar pada daya yang Toyota Raize miliki. Mesin Toyota Raize mampu menghasilkan daya sebesar 98 daya kuda sedang Toyota Agya 1.0 hanya 67 daya kuda.

Hal ini berarti, keberadaan turbocharger pada mesin  1KR-VET mampu menambah daya sebesar 31 daya kuda dari mesin dasar. Hal ini wajar karena memang turbocharger secara teori mampu meningkatkan daya di atas 25% dari tenaga dasar, seperti dijelaskan pada video berikut ini;

Akan tetapi, penambahan turbocharger membuat mesin 1KR-VET Raize memiliki kompresi yang lebih rendah dari mesin 1KR-VE milik Agya. Rasio atau perbandingan kompresi Toyota Raize 9,5:1 sedangkan Toyota Agya 1.0 memiliki rasio kompresi 11,1:1.

Perbedaan tekanan kompresi tersebut akibat pemasangan dari turbocharger. Tujuannya adalah untuk menjaga durabilitas mesin 1KR-VET.

Udara yang masuk ke dalam ruang bakar akibat tekanan turbocharger sangat besar tekanannya. Hal ini mengakibatkan tenanan udara dan bahan bakar sudah cukup tinggi bahkan sebelum piston melakukan langkah kompresi. Jika rasio kompresi dibuat tetap besar (tidak disesuaikan dengan turbocharger) maka mesin akan  mengalami knocking setiap saat. Inilah mengapa harus ada penyesuaian besar rasio kompresi saat turbocharger dipasang pada sebuah mobil.

Lebih lanjut tentang rasio kompresi dan cara menghitungnya, perhatikan video berikut ini;

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.