Menu
Life is about sharing

Pengurangan 3 Juta Ton CO2 dari 600K EV di Indonesia

  • Share
Pengurangan 3 Juta Ton CO2 dari 600K EV
Sumber: Astra

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Pengurangan 3 Juta Ton CO2 dari 600K EV di Indonesia. Berikut bahasan selengkapnya.

Pengurangan 3 Juta Ton CO2 dari 600K EV di Indonesia

Ingat bahwa sebenarnya peningkatan globar warming atau bahkan local warming bukan hanya dari masalah emisi gas buang. Bahkan pohon palem dan sejenisnya memberi kontribusi besar pemanasan global. Tetapi bukan berarti penggunaan EV tidak memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan bumi.

Mungkin itu yang pemerintah Indonesia yakini!

Indonesia melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memiliki target produksi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) pada 2030 mencapai 600.000 unit roda empat dan produksi sepeda motor listrik sebanyak 2,45 juta unit. Dari jumlah kendaraan tersebut, targetnya adalah mengurangi emisi CO2 sebesar 2,7 juta ton untuk roda empat dan 1,1 juta ton pada roda dua.

Agus mengatakan sejauh ini baru ada tiga perusahaan industri dalam negeri yang membangun fasilitas produksi kendaraan listrik roda empat atau lebih dengan kapasitas 1.480 unit per tahun. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja langsung 38 ribu orang dan lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Target yang cukup besar jika kita melihat dari kesiapan pemerindah dari sisi pengembangan infrastruktur penunjang kendaraan listrik. Kendaraan listrik terlebih mobil listrik syarat dengan fasilitas pengecasan. Ini tidak beda jauh dari misalnya pendirian pusat pengecasan kendaraan seperti halnya SPBU. Meski dapat memanfaatkan listrik rumah tangga untuk itu.

Selain infrastruktur, kemampuan teknologi yang harus tersedia juga bukan lah hal yang dapat kita pandang remeh. Mobil listrik atau secara umum kendaraan listrik saat ini masih perlu waktu untuk melakukan pengisian baterai hingga penuh. Masalah fast charging belum dapat terselesaikan dengan baik.

Oleh karena itu, menjadi tantangan menarik para peneliti di kampus atau lembaga riset nasional untuk menyokong impian pemerintah tersebut. Jika tidak, maka hanya pepesan kosong yang akan diperoleh bahkan tahun 2050 mendatang.

Kenali cara kerja mobil listrik yang saat ini sedang hype;

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *