Pelajari Avanza Penggerak Depan Sebelum Membeli

Pelajari Avanza Penggerak Depan

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Pelajari Avanza Penggerak Depan Sebelum Membeli. Berikut bahasan selengkapnya.

Pelajari Avanza Penggerak Depan Sebelum Membeli

Beberapa waktu lalu Toyota mengeluarkan generasi ketiga mereka yakni All New Avanza dan All New Veloz. Rilis tersebut setelah beberapa waktu sebelumnya, Daihatsu – yang sama-sama dari Astra International – merilis mobil baru mereka yakni All New Xenia.

Ada perbedaan yang sangat ekstrim dari generasi ketiga ini. Biasanya baik Toyota maupun Daihatsu mengubah tampilan luar mulai dari bentuk body, trim, atau lampu yang mereka pakai. Ada juga waktu di mana tampilan dalam yang berubah. Dari ubahan tersebut, mesin yang mereka pakai nyaris sama. Hanya perubahan sedikit misalnya dari non-VVT-i menjadi berteknologi VVT-i dan yang terakhir menggunakan Dual VVT-i. Kali ini benar-benar berbeda karena mesin yang sebelumnya identik dengan RWD (atau Rear Wheel Drive) sekarang menjadi FWD (Front Wheel Drive).

Apa itu FWD dan RWD?

Sebagian besar mobil, SUV, dan crossover modern memiliki penggerak roda depan. Mobil dengan tipe FWD memiliki mesin dan transmisi yang berada di bagian depan kendaraan. Posisi mesin dan transmisi melintang menghadap ke sisi kanan kiri kendaraan. Mesin dan transmisi akan didesain untuk mengirimkan tenaga ke dua roda depan yang tentu saja keberadaan differensial atau gardan juga berada di depan. Dari kedua roda depan inilah mobil akan bergerak dengan menarik beban belakang mobil.

Sebaliknya, mobil berpenggerak roda belakang mentransfer tenaga dari mesin ke roda belakang. Sebagian besar mobil RWD yang dibuat memiliki mesin yang dipasang di depan, tetapi beberapa kendaraan penggerak belakang memilikinya di tengah atau belakang mobil sebagai gantinya, tata letak yang sebagian besar terlihat pada mobil sport. Mobil dengan mesin di depan tipe FWD biasanya akan memiliki transmisi yang menempel di belakang mesin. Untuk menggerakkan roda bagian belakang, tipe mobil ini akan dilengkapi dengan propeller shaft. Komponen ini penting karena menyalurkan tenaga dari transmisi ke gardan sebelum masuk ke dua roda belakang.

Kita akan melihat keuntungan dan kerugian FWD untuk pelajari Avanza penggerak depan sebelum membeli-nya.

Keuntungan dan kerugian Menggunakan FWD

Salah satu keuntungan utama yang dimiliki mobil penggerak roda depan dibandingkan kendaraan RWD adalah peningkatan traksinya, yang dihasilkan dari distribusi bobotnya.

Pada mobil berpenggerak roda depan, bobot mesin di atas ban depan memungkinkan ban mencengkeram jalan dengan lebih efektif. Traksi ekstra ini membuat mobil penggerak depan lebih handal untuk melewati jalan licin atau jalan beraspal jelek. Karena menarik lebih efektif daripada mendorong ketika kendaraan harus keluar dari lumpur.

Selain traksi yang lebih baik, mobil FWD biasanya memiliki lebih banyak ruang daripada kendaraan dengan penggerak roda belakang. Mobil-mobil FWD tidak memiliki driveshaft menonjol yang terbentang dari mesin di depan ke roda di belakang. Yang secara alami, tentu saja juga menciptakan konsol tengah yang terangkat dan punuk besar di lantai belakang. Mesin dapat diposisikan secara melintang untuk membuat ujung depan mobil lebih pendek. Selain itu, juga memungkinkan lebih banyak ruang untuk penumpang dan kargo dengan dimensi eksterior yang serupa.

Powertrain penggerak depan juga lebih ringan daripada transmisi dan rakitan gandar di RWD, sehingga menghasilkan jarak tempuh yang lebih baik atau dapat melakukan perjalanan lebih jauh dengan satu tangki bahan bakar. Yang jelas mobil dengan tipe FWD juga jauh lebih hemat dari mobil dengan tipe RWD.

Meskipun traksi mobil FWD lebih unggul dalam kondisi jalan buruk, mobil FWD tidak menikung setepat mobil penggerak belakang. Tekanan yang diberikan oleh mekanisme tenaga dan kemudi pada gandar depan cenderung membebani ban depan. Hal ini menciptakan perasaan yang kurang tangkas saat mengemudi. Terkadang, kita bahkan mungkin merasa mobil tidak merespons kemudi dengan baik atau cenderung menunda input. Masalah ini paling terlihat saat mengemudi dengan kecepatan tinggi.

Ban untuk mobil model penggerak depan lebih cepat aus karena beban mesin, sehingga memerlukan biaya lebih banyak untuk perbaikan dalam jangka panjang. Memiliki roda depan yang menangani semua tenaga dan sebagian besar pengereman juga menambah beban pada beberapa komponen kemudi dan suspensi.

Selain itu, tata letak FWD yang berat terkadang membuat mereka menyerah pada torsi steer atau understeer, suatu kondisi di mana akselerasi yang cepat menyebabkan kendaraan melayang ke kiri atau ke kanan dengan sendirinya. Akibatnya, sebagian besar mobil sport berperforma tinggi memilih tata letak penggerak roda belakang atau penggerak semua roda. Untungnya, kontrol traksi elektronik di banyak FWD modern membantu mengurangi torsi kemudi dan masalah terkait.

Mobil penggerak roda depan juga dapat memiliki lingkaran belok yang relatif besar, karena mesin yang dipasang melintang memungkinkan lebih sedikit ruang untuk roda depan untuk berputar. Itu membuat FWD besar terkadang menantang untuk melakukan U-turn.

Detail Avanza dan Veloz Gen 3

Secara dimensi All New Avanza kini lebih besar. All New Avanza Gen 3 ini memiliki panjang 4.395 mm, lebar 1.730 mm, dan tinggi hingga 1.700 mm. Sementara itu, untuk wheelbase mencapai 2.750 mm.

Dengan dimensi yang lebih besar, maka mengimbas pada jarak antar baris penumpang. Jarak antara penumpang baris pertama dan kedua di All New Avanza adalah 980 mm, sedangkan jarak antara penumpang baris kedua dan ketiga adalah 700. Selain itu, Toyota juga merancang untuk memiliki konfigurasi yang fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, bahkan dapat disesuaikan menjadi New Pleasant Long Sofa Mode.

Toyota juga melengkapi Avanza baru dengan New Illuminating Start/Stop Button. Dengan fitur baru ini, Toyota memberikan kenyamanan bagi pengemudi saat mengoperasikan mesin kendaraan, bahkan dalam kondisi gelap.

Dari sisi hiburan, All New Avanza dibekali head unit berukuran 9 inci Dynamic Audio Head Unit (1,5 G) dengan kemampuan menjadi fasilitas hiburan terbaik yang juga dapat dihubungkan dengan radio, USB, dan Bluetooth.  Selain itu, All New Avanza juga hadir dengan fitur New Tilt Telescopic Steering with Audio & MID Switch (1,5 G) untuk memudahkan pengaturan posisi kemudi, audio, dan MID melalui sentuhan sederhana di sisi setir.

Fitur keselamatan juga tidak kalah keren. Fitur keselamatan All New Avanza sudah dilengkapi dengan fitur Vehicle Stability Control dan Hill Start Assist menjadi standar baru di semua model Toyota. Pada All New Avanza juga diperkuat dengan Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Fitur Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).

Sementara itu, untuk All New Avanza 1.5 G CVT TSS dilengkapi dengan 6 Airbags Terdapat juga fitur Rear Crossing Traffic Alert yang memberikan notifikasi jika ada potensi tabrakan saat mobil mundur dan fitur Blind Spot Monitoring yang memberikan sinyal melalui grafik di kaca spion sebagai peringatan ketika ada mobil lain yang bergerak di area blind spot All New Avanza. Untuk varian All New Avanza 1.5 G CVT TSS, terdapat teknologi fitur keselamatan aktif terbaru yang mengandalkan sensor dan radar yaitu Toyota Safety Sense (TSS).

Alasan Toyota Menggunakan FWD

Dilansir dari jawapos.com, alasan Toyota menggunakan FWD adalah sebagai berikut.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menerangkan, sistem penggerak roda depan atau FWD ini dipilih dengan berbagai pertimbangan yang telah dilakukan baik oleh Toyota dan saudara mereka, Daihatsu.

“Infrastruktur jalan yang mulai membaik, kondisi jalanan di Indonesia, hingga faktor penggunaan platform terbaru pada kedua mobil baru ini memungkinkan disematkannya penggerak roda depan,” ujar Anton belum lama ini melalui jumpa pers daring.

“Calon konsumen perlu merasakan langsung terlebih dahulu performa dua model All New Avanza dan All New Veloz untuk bisa mengetahui efek dari penggunaan sistem FWD ini,” lanjut Anton.

Anton pun menambahkan mesin engine All New Avanza dan Veloz pun sudah terbaru. Dengan pilihan penggerak roda depan yang baru, dia mengklaim hal ini juga memberikan pengalaman yang baru kepada konsumen.

Keputusan memilih FWD dikarenakan mayoritas model di kelas LMPV banyak yang memakai penggerak roda depan. Misalnya Honda Mobilio , Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander, dan Nissan Livina, model-model tersebut diketahui punya sistem penggerak roda depan.

Setelah pelajari Avanza penggerak depan, apakah Anda berniat langsung membelinya?

Share