Oli Mesin Menjadi Lumpur; Penyebab dan Solusi

Oli Mesin Menjadi Lumpur; Penyebab dan Solusi

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Oli Mesin Menjadi Lumpur; Penyebab dan Solusi. Berikut bahasan selengkapnya.

Oli Mesin Menjadi Lumpur; Penyebab dan Solusi

Sebelum kita membahas masalah oli mesin menjadi lumpur; penyebab dan solusi-nya, mari kita simak terlebih dahulu video berikut ini.

Kasus seperti pada video di atas sangat banyak sekali. Tidak hanya terjadi pada mobil-mobil yang sudah berumur, tetapi pada mobil-mobil baru juga banyak sekali terjadi. Salah satunya pada mobil Mitsubishi Outlander Sport PX tahun 2012 tersebut.

Dari riwayat service yang ada pada pemilik kendaraan, tampak bahwa mobil selalu service di salah satu Dealer Resmi Mitsubishi. Dari invoice-invoice yang pemilik mobil tunjukkan pada saya jelas perawatan rutin seperti penggantian oli, filter oli, tune up, dan bahkan service kaki-kaki pun mereka service di dealer resmi. (Maklum mobil bagus, hehehe….)

Tetapi saat trouble terjadi pada mobil tersebut, teknisi TM Garage – yang ada di Yogyakarta – mendapati keanehan saat pengecekan oli mesin melalui stick oli. Tampak agak ada lumpur yang pekat di bagian ujung bawah stick oli. Dengan seksama memeriksa dan membuka bagian atas (tutup klep), ternyata dugaan benar bahwa oli sudah menjadi lumpur banyak sekali di bagian tersebut.

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

Penyebab Oli Menjadi Lumpur

Oli mesin menjadi lumpur atau kita kenal dengan Oil Sludge tidak hanya terjadi di Indonesia. Bahkan istilah atau kejadian tersebut sudah terjadi di luar negeri jauh lebih dahulu sebelum sampai di Indonesia. Istilah populer tersebut paling banyak terjadi pada mobil-mobil bensin dan beberapa kasus untuk mesin diesel.

Tidak banyak yang mengetahui penyebab apa yang membuat oli mesin dapat berubah menjadi lumpur. Tetapi ada dua hal yang sejauh ini saya temui yang menjadi alasan oli dapat berubah menjadi lumpur.

  1. Telat Ganti Oli
  2. Pemakaian Oli Palsu

Telat ganti oli adalah salah satu penyebab utamanya. Oli memiliki batas umur tertentu. Misalkan oli dengan batas umur 5K km, 10K km, atau lebih. Nah batas ini mengindaksikan bahwa oli sudah tidak dapat dipakai kembali dan harus diganti. Batas tersebut sebenarnya bermakna lebih dari sekedar peringatan untuk penggantian oli. Oli yang melewati batas KM pemakaian akan mengalami penurunan kualitas oli. Oli akan mengalami penurunan kemampuan melumasi, oli kehilangan kemampuan menyerap panas, dan lain sebagainya. Yang lebih miris, oli yang sudah berumur akan mengalami perubahan struktur. Lebih encer jelas perubahan yang pertama tetapi oli dapat berubah menjadi lumpur untuk jangka waktu yang cukup lama. So, ganti oli sebelum batas akhir km adalah jalan terbaik untuk menghindari masalah ini.

Penyebab kedua adalah pemakaian oli palsu. Apa itu oli palsu? Oli palsu adalah oli lama yang dimasukan kembali ke dalam kemasan “baru” setelah oli melalui penyaringan/penjernihan terlebih dahulu.

Beberapa oknum melakukan hal ini. Oli bekas jelas oli yang sudah tidak bisa dipakai kembali meskipun warnanya bening seperti oli baru karena proses penyaringan tersebut. Oli semacam ini sama halnya dengan oli yang sudah melewati batas pakai dalam hitungan KM. Bedanya satu hitam (karena tidak dijernihkan) dan satu jernih. Sekali lagi meski jernih, kualitas oli tidak berubah sama sekali. Oli tetap rendah viskositas, tidak tahan panas, dan akan menjadi lumpur untuk hitungan pemakian yang lebih lama di dalam mesin.

Untuk yang satu ini, hati-hatilah dalam memilih oli mesin.

Solusi Oli Menjadi Lumpur

Masalahnya adalah apa yang harus kita lakukan jika sudah mendapatkan masalah seperti ini?

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan jika oli mesin sudah terlanjur menjadi lumpur;

Pertama – Lakukan engine flush jika lumpur masih sangat sedikit. Jika lumpur masih sangat sedikit maka cukup dengan melakukan engine flush. Metode ini jika dilakukan dengan benar maka akan sangat membantu dan hanya cukup mengeluarkan biaya yang relatif murah. Bahkan jika Anda cukup berani, engine flush dapat Anda lakukan sendiri.

Lihat video berikut untuk melakukan engine flush dengan benar;

Setelah melakukan engine flush, jangan lupa rutin ganti oli dan pakai oli yang bagus.

Kedua РSemi O/H Engine. Tingkat keparahan level dua tidak bisa kita hanya dengan engine flush. Jika sudah cukup banyak tetapi tidak pekat menempel di mesin sebaiknya tidak melakukan engine flush. Kotoran atau lumpur yang cukup banyak jika kita melakukan engine flush maka malah akan masuk ke sela-sela mesin terutama di blok silinder.

Jika kasusnya seperti ini maka kita harus melakukan semi overhaul. Kita harus membuka bagian cylinder head dan kemudian membuka carter atau bak penampung oli. Bongkar semua bagian cylinder head dan bersihkan satu persatu. Untuk membersihkan bagian blok mesin cukup sulit dan memang harus bersabar untuk mekanik yang mengerjakannya.

Biaya untuk menyelesaikan kasus ini biayanya cukup besar. Penggantian packing set, oli mesin, filter oli, dan coolant radiator adalah beberapa yang harus kita beli. Belum lagi biaya untuk perbaikannya.

Ketiga РOverhaul Engine. Oil Sludge tingkat paling parah adalah yang hitam berkerak. Ini nyaris tidak bisa dilakukan engine flush dan semi overhaul engine. Kondisi seperti ini biasanya sampai pada bagian connecting rod, bawah piston, sela-sela poros engkol dan di galeri oli. Kondisi seperti itu mengharuskan kita untuk overhaul engine.

Tidak ada penggantian part kecuali sama dengan bagian kedua (semi O/H engine). Tetapi seringkali jika sudah sangat parah, ada beberapa komponen yang sudah aus terutama bagian yang bergerak.

Untuk masalah biaya, jelas pada kasus ketiga ini paling mahal. Biayanya sama dengan overhaul engine biasa. Bedanya part yang dibeli tidak begitu banyak (menyesuaikan keadaan). Biasanya tidak perlu sampai ganti piston, oversize, atau selip kepala silinder.

Kesimpulan

Dari kasus yang kami tanggani untuk beberapa mobil, paling parah memang harus turun mesin. Oli yang menjadi lumpur akan membuat mesin panas dan merusak komponen mesin yang lain. Oleh karena itu, silahkan rutin ganti oli dan ganti oli dengan oli yang kualitas bagus. Jangan tergiur oli murah, lebih baik harga standar atau lebih mahal tetapi kesehatan mesin jangka panjang terjamin.

Share