Mewujudkan Kendaraan Otonom; Tantangan Baru PT

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabarnya pagi ini? Semoga semua dalam keadaan sehat dan tidak ada masalah yang cukup berarti. Sehingga aktivitas pada bengkel masing-masing dapat berjalan dengan lancar sebagaimana biasanya. Berita kali ini saya akan mulai dengan upaya mewujudkan kendaraan otonom sebagai bentuk tantangan baru untuk perguruan tinggi dan lembaga riset negara.

Berharap boleh, berlebihan jangan. Ini mungkin ungkapan yang dapat saya katakan dalam hal masalah riset bidang otomotif nasional. Tidak ada keraguan masalah mimpi dan harapan baik itu dari pemerintah maupun beberapa orang bagian dari masyarakat. Mereka bermimpi untuk menjadikan negera ini fully teknologi otomotif milik sendiri. Tetapi, realitas harus kita pertimbangkan juga.

Mewujudkan Kendaraan Otonom; Tantangan Baru untuk Perguruan Tinggi

Mewujudkan Kendaraan Otonom

Mewujudkan Kendaraan Otonom sebagai bentuk tantangan bagi perguruan tinggi dan lembaga riset negara.

Seperti yang baru-baru ini menjadi perbincangan yakni mengenai kendaraan otonom. Saya lansir dari gridoto.com, Ibukota negara yang baru bakal menggunakan kendaraan otonom. Bahkan menteri perhubungan Budi Karya Sumadi yang menyampaikan keinginan pemerintah tersebut memberi tantangan pada perguruan tinggi (tentu termasuk lembaga riset) untuk berpartisipasi lebih dalam hal ini.

Lalu apa sebenarnya kendaraan otonom? Dan mampukah kemungkinan untuk mewujudkannya dalam beberapa waktu ke depan?

Begini pandangan saya. Sebagai seorang mekanik tentu saya dan Anda harusnya sedikit paham tentang masalah perkembangan mobil-mobil yang beredar. Kita temui bahwa kendaraan roda empat hingga saat ini semua produk luar. Baik yang canggih hingga yang masih ‘prematur’. Mobil asal Jepang, pabrikan Eropa dan Amerika tentu tidak bisa kita pungkiri mereka sudah sangat maju. Tetapi pabrikdan dari Cina dan India misalnya masih sangat rentan dan baru tahap ‘pengujian’ kepercayaan bagi masyarakat Indonesia.

Salah satu tantangan membangun mobil mesin pembakaran dalam adalah masalah blok silinder. Dan nyata bahwa Indonesia belum mampu menciptakan blok silinder sendiri. Ketika dunia mulai bergeser dari kendaraan pembakaran dalam ke kendaraan listrik, lagi-lagi kita masih belum mampu menciptakan blok silinder apalagi membangun teknologi baterai yang menjadi bagian utama kendaraan listrik.

Ini menarik ketika pemerintah seolah ‘menutup mata’ atas realitas tersebut. Alih-alih mendorong riset untuk pencapaian tertentu, pemerintah memilih untuk mendorong riset ke arah mengikuti perkembangan zaman. Tidak sepenuhnya salah karena kita memang tidak boleh tertinggal dari teknologi. Tetapi gambaran nyata yang saya sampaikan di atas adalah salah satu contoh kecil – kalau saya tidak boleh mengatakan itu suatu kegagalan – dari keterlambatan riset kita.

Mungkin orang yang belum pernah sampai tingkat akademik tertentu masih melihat banyak hal baik, tetapi memang benar baik?

So, dengan realitas riset dan masalah yang menyertainya serta ya, jaringan internet dan pengembangan sensor mandiri oleh para periset, maka lagi-lagi kita hanya menunggu saja. Semoga tidak senasib dengan riset untuk membangun blok silinder atau baterai mobil listrik.

No Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *