Advertisements
Menu
Life is about sharing

Korban Pertama Tesla Autopilot – TESLA MODEL S

  • Share
korban pertama Tesla Autopilot
korban pertama Tesla Autopilot

Teknisimobil.com – Tesla adalah perusahaan yang sebenarnya relatif baru dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan otomotif ternama seperti Toyota atau Audi. Tetapi untuk urusan teknologi, sepertinya perusahaan yang bermarkas di Silicon Valley ini tidak lah ketinggalan atau bahkan lebih maju. Salah satunya adalah masalah autopilot. Suatu piranti yang mampu mengontrol kendaraan untuk berjalan sendiri tanpa pengemudi harus mengendalikan steering system-nya. Tetapi, teknologi sepertinya memakan korban. Berikut adalah korban pertama Tesla Autopilot yang melibatkan Tesla Model S yang dimiliki oleh warga negara China.

Korban Pertama Tesla Autopilot – TESLA MODEL S

Pada 20 Januari 2016, pengemudi Tesla Model S di Handan, Tiongkok, tewas ketika mobil mereka menabrak truk yang sedang parkir. Di lansir dari CNet 15 September 2016 , Tesla Model S tersebut mengikuti sebuah mobil di jalur paling kiri dari jalan raya multi-jalur; mobil di depan mereka bergerak ke jalur kanan untuk menghindari truk berhenti di bahu kiri jalan, dan Tesla Model S, yang diyakini ayah pengemudi dalam mode Autopilot, tidak melambat sebelum menabrak truk yang berhenti tersebut. Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari The New York Times , menurut rekaman yang ditangkap oleh kamera dasbor, petugas penyapu jalan raya sedang memarkirkan truk mereka di sisi kiri jalan tol.

Pada September 2016, media melaporkan keluarga korban telah mengajukan gugatan pada bulan Juli kepada dealer Tesla yang menjual mobil tersebut. Dalam Financial Times, pengacara keluarga menyatakan gugatan tersebut dimaksudkan “untuk memberi tahu publik bahwa teknologi self-driving memiliki beberapa cacat. Kami berharap Tesla saat memasarkan produknya, akan lebih berhati-hati. Jangan hanya menggunakan ikon self-driving sebagai penarik penjualan untuk anak-anak muda.”

Tesla merilis pernyataan yang mengatakan mereka “tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah Autopilot terlibat atau tidak pada saat kecelakaan” karena telemetri mobil tidak dapat diambil dari jarak jauh karena kerusakan yang disebabkan oleh kecelakaan itu.

Pada tahun 2018, gugatan tersebut menemui jalan buntu karena telemetri direkam secara lokal ke kartu SD dan tidak dapat memberikannya kepada Tesla, yang memberikan kunci pengodean kepada pihak ketiga untuk peninjauan kejadian yang sebenarnya. Tesla menyatakan bahwa “sementara penilaian pihak ketiga belum lengkap, kami tidak memiliki alasan untuk percaya bahwa Autopilot pada kendaraan ini pernah berfungsi selain sebagai yang dirancang.”

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *