Kemampuan Stop-Start Mesin Cummins B6.7 Performance Series

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar kalian semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Kemampuan Stop-Start Mesin Cummins B6.7 Performance Series. Berikut bahasan selengkapnya.

Kemampuan Stop-Start Mesin Cummins B6.7 Performance Series

Cummins telah mengumumkan mesin B6.7 Performance Series terbaru untuk pasar Eropa. Mesin tersebut peruntukannya terutama pada bidang pertanian, pertambangan dan konstruksi. Mesin baru ini memenuhi regulasi emisi Stage V UE. Menariknya, mesin baru tersebut juga telah Cummins lengkapi kemampuan stop-start.

Mesin B6.7 adalah enam silinder dengan output tenaga 116-243kW (157-330ps), dan dengan torsi puncak tinggi 1.375Nm. Bobot mesin cukup rendah dan ukuran ringkas membuatnya mampu menghasilkan kepadatan daya tinggi. Hal ini memungkinkan untuk menggantikan engine dengan kapasitas lebih tinggi tanpa memengaruhi pengoperasian alat berat.

Untuk mengintegrasikan teknologi stop-start ke dalam platform B6.7, perubahan perangkat keras dan perangkat lunak telah dilakukan. Penambahan bantalan yang dikembangkan secara khusus pada mesin dikombinasikan dengan peningkatan pada roda gigi ring roda gila dan motor starter mendukung masa pakai mesin dan kinerja yang andal dengan sering berhenti dan hidup.

Insinyur di Cummins mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan pelanggan untuk mengintegrasikan perangkat lunak modul kontrol elektronik mesin (ECM) dengan perangkat lunak pengontrol mesin OEM. Pengontrol pabrikan kemudian memonitor operasi mesin dan berkomunikasi dengan ECM saat itu tepat dan aman untuk powertrain dimatikan.

Beberapa parameter engine dipantau oleh ECM, seperti temperatur cairan pendingin, temperatur intake manifold, beban engine, dan pengoperasian kipas untuk memastikan pematian engine dilakukan dengan aman. Jika sesuai, pengontrol mesin kemudian akan meminta mesin dihidupkan ulang, dan ECM kemudian secara otomatis menghidupkan ulang mesin.

Cummins menyatakan bahwa powertrain berlaku untuk berbagai peralatan off-road termasuk penghancur, penyaring, pemuat beroda, ekskavator, truk pengangkat garpu, traktor terminal dan penangan kontainer kosong. Insinyur Cummins kemudian dapat menyesuaikan mesin secara mekanis dan elektronik untuk setiap mesin tertentu.