Awas! Lewat Genangan Air Check Engine Menyala

Awas! Lewat Genangan Air Check Engine Menyala

Teknisimobil.com – Salam Teknisi Mobil Indonesia, apa kabar semua hari ini? Semoga semua baik-baik saja dan tetap semangat menjalani aktivitas sepanjang hari ini pada bengkelnya masing-masing. Bahasan singkat kita kali ini adalah tentang Awas! Lewat Genangan Air Check Engine Menyala. Berikut bahasan selengkapnya.

Awas! Lewat Genangan Air Check Engine Menyala

Indonesia hanya mengenal dua musim dalam satu tahun kalender. Musim pertama musim hujan dan kedua musim kemarau. Musim kemarau, masalah mobil seperti overheat engine sangat banyak sekali terjadi. Hal ini jelas karena selain biasanya sistem pendingin yang mengalami masalah, temperatur udara luar meningkatkan temperatur mesin secara keseluruhan.

Lain halnya pada saat musim penghujan. Masalah seperti aqua planning pada ban mobil, masalah water hammer, atau bahkan hanya sekedar check engine menyala saat melintasi genangan air. Penyebab check engine menyala memang banyak sekali. Tetapi jelas itu berkaitan dengan sensor-sensor mesin EFI dan atau aktuator-aktuatornya. Namun demikian, bukan berarti sensor dan atau aktuator mengalami kerusakan. Sebagai contoh kasus adalah beberapa mobil yang melewati genangan air akan mengalami check engine yang menyala. Tetapi kenapa?

Berikut adalah beberapa penyebab jika lewat genangan air check engine menyala;

Pertama Masalah Sensor AB

Sensor ABS untuk mobil-mobil lama biasanya hanya memiliki 2 sensor. Sensor tersebut terletak di posisi roda depan. Tepatnya dekat dengan as roda depan dan menghadap ke gigi reluktor. Sementara itu, sensor ABS untuk mobil-mobil yang lebih baru memiliki 4 sensor ABS. Keempat sensor tersebut masing-masing terletak pada setiap roda. Roda depan 2 buah sensor dan belakang 2 buah sensor.

Semua sensor ABS nyaris hanya terbungkus oleh karet yang tersambung dengan kabel sensor. Memang karet penutup tersebut dibuat untuk tahan terhadap masuknya air ke sensor. Akan tetapi, bahan apapun sepertinya akan lekang oleh waktu. Sehingga semakin umur mobil tua maka semakin memungkinkan penutup sensor akan mengalami kerusakan. Minimal kerusakan penutup tersebut adalah retak.

Nah, keretakan penutup sensor ini lah yang menjadi jalan masuknya air ke dalam sensor. Saat melewati genangan air, tanpa sengaja kita telah melewatkan bagian bawah mobil termasuk bagian sekitar sensor melewati genangan tersebut. Jika tidak terendam, setidaknya terkena cipratan air. Air akan mengarah ke retakan dan mengakibatkan air sampai pada bagian sensor ABS. Jika sudah demikian, maka sensor ABS akan mengalami masalah dan check engine lamp akan otomatis menyala.

Kedua Masalah Sensor Oksigen

Mobil-mobil modern telah menggunakan sensor Oksigen. Tidak tanggung-tanggung, biasanya adakan terdapat dua buah sensor oksigen sekaligus. Pertama sensor oksigen yang terletak setelah exhaust manifold dan yang kedua terletak setelah catalytic converter.

Sensor oksigen yang terletak setelah exhaust manifold agak sedikit aman dari masalah genangan air ini. Posisinya yang terletak nyaris sejajar dengan cylinder head membuat sensor oksigen ini aman dari percikan air. Akan tetapi berbeda cerita dengan sensor oksigen yang terletak di bawah atau setelah catalytic converter.

Posisi sensor oksigen kedua ini letaknya di bawah. Biasanya bahkan lebih rendah dari sensor ABS. Kondisi tersebut sangat rentan sekali dengan masalah genangan air. Meski sensor terbungkus rapi dan tahan air, sensor oksigen akan cenderung mudah rusak. Sensor ini dilewati oleh udara atau gas panas sehingga kemungkinan rusak jauh lebih cepat dari sensor ABS.

Jika air sudah masuk ke dalam sensor oksigen, tidak ayal lagi pastilah sensor akan mengalami masalah. Sensor akan terdeteksi kerusakannya oleh ECU dan kemudian ECU akan menyalakan check engine sebagai peringatan pada pengemudi akan adanya masalah tersebut.

Ketiga Masalah Sensor ECT (Contoh pada mobil Brio)

Penyebab ketiga ini tidak terjadi pada semua mobil. Mungkin hanya mobil-mobil seperti Honda Brio saja. Pada Brio ada dua buah sensor ECT. Satu sensor terletak di dekat thermostat, dan satu lagi terletak di bagian bawah radiator mobil.

Sensor yang terletak di bagian bawah radiator mobil akan mudah sekali terkena air saat mobil melintasi genangan air. Sensor ini jelas mendeteksi temperatur air pendingin mesin yang ada di radiator sebelum masuk ke mesin. Masalahnya bukan pada perubahan temperatur yang mendadak berubah saat tekena air, tetapi masalah yang sama seperti soket kemasukan air dan lain sebagainya.

Soket sangat mungkin akan kemasukan air. Jika ini sampai terjadi dan tidak dibersihkan segera, akan merusak jaringan sensor ECT. Sensor tidak akan lagi bekerja dan akan terdeteksi oleh ECU. ECU kemudian akan menganggap sensor rusak dan menyalakan check engine sebagai pemberitahuan kepada pemilik kendaraan.

Keempat Masalah Sensor CKP (Kebanyakan Mobil Toyota)

Masalah keempat datang dari sensor CKP. Mobil Toyota hampir semua sensor CKP terletak di sekitar poros engkol depan bagian bawah atau samping. Ini berbeda dengan Nissan yang terletak di belakang dekat dengan transmisi dan memiliki penutup atau milik Honda yang ada di dalam tutup timing belt.

Posisi sensor CKP yang terletak di bagian depan mesin, biasanya akan rentan terhadap masalah ini. Sensor mungkin tidak akan kemasukan air dari sensor itu sendiri. Kebanyakan yang terjadi, air akan tergenang atau minimal membahasi soket. Air bisa masuk ke dalam soket dan membuat sensor mengalami gangguan.

Jika sampai terjadi, tidak hanya cek engine yang akan menyala, bahkan mobil bisa mogok dan tidak dapat hidup sama sekali.

Kelima Masalah Sensor MAF

Masalah terakhir ada pada sensor MAF. Beberapa mobil sensor MAF tergabung menjadi satu dengan sensor IAT. Posisi sensor ini terletak di sekitar atau menjadi bagian dari tutup filter udara. Memang posisi sensor ini cenderung tinggi dan bahkan lebih tinggi dari keberadaan sensor oksigen pertama. Sehingga percikan langsung air dari jalan raya akan kecil kemungkinannya.

Akan tetapi, ingat udara dengan kondisi mobil melintasi genangan air lebih cenderung memiliki kandungan air tinggi. Kandungan air ini akan mengakibatkan udara semakin lembab. Udara lembab inilah yang lambat laun akan menjadikan masalah pada sensor. Terlebih lagi jika saringan udara pada mobil tersebut sudah tidak lagi bagus. Alhasil, check engine akan menyala jika sampai kondisi sensor MAF tertanggu.

Untuk penjelasan dan posisi-posisi sensor secara tepat, silahkan simak video berikut ini;

Share